India Bekukan Tiga Proyek China Senilai $ 667 Juta

Proyek China
Foto: Istimewa

Berita Baru, Internasional – Setelah terlibat ketegangan dan aksi bentrok akibat konflik perbatasan, India membekukan tiga proyek investasi senilai $ 667 juta yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan China di negara bagian Maharashtra, India.

Pemutusan kontrak yang dilakukan kepada china terjadi setelah bentrokan keras yang pecah pada 15 Juni di Lembah Galwan di Ladakh, yang menewaskan 20 tentara India. Sejak itu Kementerian Perkeretaapian dan Telekomunikasi India telah secara tegas melakukan pemutusan kontrak.

Penundaan proyek-proyek dilakukan atas perintah Kementerian Luar Negeri India. Sebagaimana dilansir dari Sputnik News,  Senin (22/6), proyek-proyek tersebut meliputi kesepakatan pabrik mobil besar dan proyek mobilitas-elektro.

“Keputusan telah diambil dengan berkonsultasi dengan pemerintah Uni. Proyek-proyek ini ditandatangani sebelum pembunuhan 20 tentara India di perbatasan Indo-China. Kementerian Luar Negeri telah menyarankan untuk tidak menandatangani perjanjian lebih lanjut dengan perusahaan China,” kata Menteri Perindustrian Maharashtra Subhash Desai.

Proyek selanjutnya termasuk Nota Kesepahaman senilai $ 502 juta dengan Great Wall Motors (GWM) dan proyek mobilitas elektro senilai $ 133 juta dengan Foton (China). GWM akan mendirikan unit manufaktur mobil di Talegaon, dekat kota India, Pune.

Berita Terkait :  India dan China Akan Berunding Mengurangi Ketegangan Di Perbatasan

Sesuai kesepakatan yang dibuat dengan Foton, perusahaan harus mendirikan unit di negara bagian Maharashtra. Investasi lainnya adalah industri Hengli China, yang telah berkomitmen untuk berinvestasi di negara bagian. Menariknya, perjanjian untuk investasi ini ditandatangani beberapa hari sebelum bentrokan di perbatasan yang menewaskan 20 tentara India.

Kontrak investasi ditandatangani dengan perusahaan-perusahaan dari AS, Korea Selatan, dan Singapura pada pertemuan yang sama di mana perjanjian China ditandatangani.

Total sembilan kontrak investasi telah ditandatangani. Keenam kontrak yang tidak melibatkan Tiongkok akan berjalan dan diimplementasikan.

Sebelumnya, badan dagang terbesar India, Konfederasi Semua Pedagang India, telah menulis surat kepada Kepala Negara Bagian Maharashtra Uddhav Thakarey untuk mempertimbangkan adanya pembatalan perjanjian dengan perusahaan-perusahaan China. CAIT telah meluncurkan program untuk memboikot produk-produk China.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan