Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Jokowi saat menyerahkan bantuan beras kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Tangerang Selatan, Banten, pada Senin (19/2/2024)
Jokowi saat menyerahkan bantuan beras kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Tangerang Selatan, Banten, pada Senin (19/2/2024) (Foto: Setpres)

INDEF Soroti Rencana Pangkas Subsidi BBM untuk Makan Siang Gratis



Berita Baru, Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Mohammad Eddy Dwiyanto Soeparno, dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Television menjelaskan bahwa pemerintahan yang mereka gagas akan melakukan pemangkasan subsidi energi dan mengalihkannya untuk mendukung program tersebut.

“Kami akan membiayai program ini [makan siang gratis] dengan memangkas subsidi yang tidak dibutuhkan.” Dia menambahkan, “Saat ini, 80% subsidi energi yang digelontorkan tidak tepat sasaran, justru masyarakat kelas menengah atas yang menikmati subsidi listrik hingga BBM.”

Namun, Abra Talattov, seorang peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), menanggapi rencana tersebut dengan menyatakan perlunya kajian lebih lanjut dari pemerintah dan lintas sektor.

“Perlu adanya kajian lebih dalam dari pemerintah dan lintas sektor dalam wacana pengurangan subsidi BBM,” ujar Abra seperti dikutip dari Bisnis pada Sabtu (17/2/2024).

Dia menyoroti bahwa dalam konteks ini, subsidi BBM akan tertuju pada BBM jenis Solar bukan Pertalite, karena menurutnya, Pertalite hanya diberikan kompensasi oleh pemerintah.

Dalam catatan APBN, anggaran subsidi untuk LPG 3 kilogram pada tahun 2024 mencapai Rp75,83 triliun, sementara untuk BBM jenis Solar sebesar Rp25,82 triliun. Abra menyoroti, “Apakah dari anggaran yang ingin dikurangi cukup signifikan untuk mendanai program makan siang gratis?”

Menyikapi hal ini, Abra menyatakan, “Mustahil menutup anggaran makan siang gratis hanya dengan memangkas anggaran subsidi BBM.” Dia menilai bahwa akan ada sumber dana lain yang digunakan untuk menambal anggaran tersebut. “Pasti akan ada pemangkasan di belanja belanja yang lain atau mencari sumber pendapatan yang lain entah itu utang ataupun mengurangi belanja belanja yang lain yang bukan prioritas,” tegas Abra.

Dari data yang ada, besaran anggaran makan siang gratis senilai Rp400 triliun, yang lebih tinggi Rp52,4 triliun dibandingkan dengan kebutuhan pembiayaan APBN 2023 untuk subsidi sebesar Rp347,6 triliun. Selain itu, jika dibandingkan dengan target penerimaan pajak dalam APBN 2024 senilai Rp1.988 triliun, anggaran makan siang gratis setara hampir 25% dari target penerimaan pajak di akhir masa pemerintahan Presiden Jokowi.

Dengan begitu, rencana pemangkasan subsidi BBM untuk mendukung program makan siang gratis menjadi sorotan utama dalam persiapan pasangan calon nomor urut 02 menjelang pemilihan presiden. Diperlukan kajian yang mendalam serta strategi yang tepat dalam menanggulangi dampak dari skema ini bagi masyarakat dan perekonomian secara keseluruhan.