Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Riza Annisa Pujarama
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Riza Annisa Pujarama dalam Konferensi Pers INDEF dengan tajuk “Kebijakan Tak Fokus, Pemulihan Pupus: Tanggapan terhadap Kinerja Ekonomi 2021”, Selasa (8/1). (Foto: Tangkap Layar)

INDEF Soroti Faktor Pertumbuhan Positif Ekonomi 2021

Berita Baru, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia secara akumulatif sepanjang 2021 berhasil tumbuh positif mencapai 3,69 persen.

Performa pertumbuhan di kuartal IV 2021 sudah meningkat kembali ke 5,02 persen setelah sebelumnya di kuartal III 2021 sebesar 3,51 persen.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Riza Annisa Pujarama menyebut pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Diantaranya, pengendalian pandemi yang cukup baik, konsumsi rumah tangga yang meningkat hingga sektor lapangan usaha yang mulai bergeliat.

Menurut Riza, konsumsi rumah tangga tahun 2021 sudah meningkat, sudah ada pemulihan dari rumah tangga.

“Ini juga diperkuat dengan datanya BI, mengenai komposisi penggunaan pendapatan rumah tangga. Bisa dilihat bahwa konsumsi meningkat, tabungannya menurun. Ada peralihan dari tabungan ke konsumsi,” kata Riza, Selasa (8/2).

Hal itu ia sampaikan dalam Konferensi Pers INDEF dengan tajuk “Kebijakan Tak Fokus, Pemulihan Pupus: Tanggapan terhadap Kinerja Ekonomi 2021”.

Menurutnya, hal tersebut perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Ia menekankan agar pemerintah terus menjaga pengeluaran konsumsi rumah tangga, karena konsumsi rumah tangga dalam pembentukan PDB Indonesia itu paling besar.

“Sehingga ketika konsumsinya turun terkena shock, itu akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, menurutnya, BPS juga sudah menyampaikan semua sektor usaha meningkat kecuali sektor keuangan.

Riza kemudian menyoroti 3 sektor yang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, yakni transportasi, real estate, dan perdagangan mobil, sepeda motor, serta reparasi.

“Di sini kita bisa lihat koneksinya antara pengeluaran dari konsumsi rumah tangga ini kalau dilihat detailnya itu ada peningkatan transportasi. Di sini juga kita bisa lihat sektor lapangan usaha transportasi meningkat,” ujar Riza.

Dengan demikian, pertumbuhan konsumsi rumah tangga untuk transportasi meningkat sejalan dengan peningkatan di sektor lapangan usahanya.

Hal ini sekaligus menunjukkan, peningkatan mobilitas di masyarakat sudah meningkat, sehingga ekonomi mulai pulih kembali.

“Sektor berikutnya yang akan saya bahas adalah mengenai sektor perdagangan mobil sepeda motor serta real estate,” katanya.

“Dua sektor ini yang dapat insentif fiskal dari pemerintah di tahun 2021, dan kita bisa lihat bahwa pertumbuhan nya cukup tinggi, itu ternyata turut mendorong pertumbuhan perdagangan mobil sepeda motor dan reparasi,” pungkas Riza.