Ilmuan Memperingatkan: Satelit Dapat Diubah Menjadi Senjata oleh Peretas

Berita Baru, Internasional – Beberapa satelit dapat dengan mudah ditutup atau dibajak untuk menghalangi sinyal oleh seorang peretas. Namun, tidak hanya itu. Peneliti memperingatkan bahwa satelit juga bisa digunakan sebagai senjata.

Hal itu dikarenakan satelit dilengkapi dengan tenaga pendorong sehingga bisa berpotensi untuk diluncurkan, bahkan ISS (International Space Station) punya potensi seperti itu.

Perusahaan swasta cenderung terus-menerus meluncurkan satelit ke luar angkasa mengikuti orbit Bumi. Jika langkah-langkah keamanan yang tepat tidak diterapkan, maka kecenderungan ini dapat menimbulkan risiko signifikan bagi populasi planet Bumi.

Seorang peneliti pascadoktoral di Universitas Denver, William Akoto, dalam Jurnalnya di Live Science menjelaskan bahwa, kurangnya standar keamanan dunia maya dan regulasi untuk satelit komersial, lalu ditambah rumitnya jaringan suplai dan birokrasi para pemangku kepentingan yang terlibat, akan membuat satelit ‘sangat rentan’ terhadap serangan siber.

“Jika peretas mengambil kendali atas satelit-satelit ini, konsekuensinya bisa mengerikan,” ujar Akoto.

Pada skala yang biasa, lanjut akoto, peretas dapat dengan mudah menutup satelit, menyangkal akses pada layanan. Peretas juga dapat menciptakan kemacetan atau memalsukan sinyal dari satelit, atau mungkin menciptakan kekacauan terhadap infrastruktur hingga parah.

Berita Terkait :  2,3 Juta Data Bocor, Negara Diimbau Audit Keamanan Siber KPU

Namun kemudian Akoto memperingatkan, karena beberapa satelit memiliki pendorong, peretas berpotensi mencoba mengubah orbitnya dan menabraknya ke satelit lain atau bahkan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

“Juga, karena banyak dari satelit komersial yang menggunakan ‘off-the-shelf technology’ seperti CubeSats, maka hal itu bisa berpotensi memberi peluang pada para peretas untuk meretasnya ke dalam perangkat lunak mereka. Kerentanan itu bisa bertambah mengingat fakta bahwa meluncurkan satelit ke luar angkasa biasanya melibatkan banyak perusahaan dan bahwa pengelolaan satelit sehari-hari sering dilakukan oleh pihak luar,” ujarnya.

Akoto juga menunjukkan bahwa ketika SpaceX dan perusahaan saingannya bersaing mendapatkan gelar operator satelit yang dominan, mereka mungkin tergoda untuk

“menghapus keamanan dunia maya” agar bisa mempercepat pengembangan dan produksi.
Karena itu, langkah apa pun yang dilakukan oleh lembaga pemerintah dan sektor swasta untuk menangani ancaman potensial ini, menurut Akoto, “sangat penting untuk dilakukan sekarang,” terangnya.

“Akan menjadi kesalahan besar untuk menunggu para peretas mendapatkan kendali atas satelit komersial dan menggunakannya untuk mengancam jiwa, anggota tubuh, dan properti – di sini, di Bumi atau di luar angkasa – sebelum membahas masalah ini,” ujar Akoto kembali memperingatkan.

Berita Terkait :  Trump Larang TikTok, ByteDance Setuju Devistasi TikTok AS Sepenuhnya

PenulisIpung
SumberSputnik News
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

16 + fifteen =