IKAPPI Himbau Pedagang Tradisional Tetap Berjualan Meski PSBB Total

Pedagang Tradisional
Ilustrasi pasar tradisional. Foto/Indra Purnomo

Berita Baru, Jakarta – Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) memberi himbauan kepada pedagang agar tetap berdagang sebagaimana mestinya dengan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, IKAPPI meminta pedagang agar melakukan koordinasi dengan sesama pedagang terkait kejadian kasus positif Covid-19 di pasarnya masing-masing.

“Kami juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap berbelanja ke pasar tradisional. Kami menggaransi bahwa pasar tradisional aman dari covid-19 jika kita bersama-sama menjaga dan memberlangsungkan protokol kesehatan dengan baik,” kata Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan melalui keterangan tertulis, Jumat (11/9).

Reynaldi mengatakan pencabutan PSBB transisi dengan mengganti menjadi PSBB yang sama seperti beberapa bulan terakhir, membuat para pedagang terpukul. Terdapat penurunan omzet pedagang sekitar 60-70 persen di DKI Jakarta.

Oleh sebab itu, DPP IKAPPI meminta kepada pemerintah untuk menjadikan pasar tradisional sebagai pusat pondasi perekonomian lokal atau perekonomian daerah. Sehingga DPP IKAPPI bisa menjaga agar pasar dan perekonomian terus tumbuh.

DPP IKAPPI tidak merekomendasikan adanya zonasi seperti yang dilakukan diawal PSBB beberapa bulan yang lalu. “Karena zonasi itulah justru membuat pedagang semakin sulit dan pendapatan pedagang jauh menurun,” ujar Reynaldi.

Berita Terkait :  Mendag Minta Pasar Rakyat Tetap Buka

Pemerintah daerah diminta untuk memberikan stimulus kepada pedagang dalam rangka menjaga agar pasar tradisional tetap bertahan. DPP IKAPPI mendorong agar penyemprotan desinfektan dilakukan berkala dan bertahap agar penularan atau penyebaran Covid-19 di pasar tradisional tidak terjadi.

Kemudian DPP IKAPPI mendesak agar pengelola pasar atau PD Pasar Jaya menyiapkan sekat plastik agar komunikasi yang terjadi di pasar tradisional bisa dibatasi. Menurut Reynaldi, sekat plastik hal ini sudah dilakukan di beberapa pasar di Indonesia dan hasilnya cukup efektif.  

Menurut data DPP IKAPPI pada periode 2020 periode September ini peningkatan covid-19 di DKI Jakarta cukup tajam. Bahkan ditemukan ada yang meninggal dunia sejak beberapa bulan terakhir. 

Selain penurunan omzet, DPP IKAPPI menemukan ada kurang lebih sekitar 400 ribu pedagang pasar tradisional dan pedagang kaki lima tidak bisa melanjutkan kegiatan berdagang karena dampak pandemi corona ini. 

“Ini adalah poin penting yang harus kami sampaikan sehingga upaya dan langkah dari pemerintah daerah lebih massif lebih nyata dan bisa dirasakan dampaknya oleh pedagang pasar di DKI Jakarta dan di seluruh Indonesia,” tutur Reynaldi.

Berita Terkait :  Airlangga Sebut Pengumuman PSBB Anies Jadi Faktor IHSG Anjlok

DPP IKAPPI mengharapkan adanya peran pemerintah daerah terkait perlindungan pasar tradisional. “Harus dilakukan secara bergotong royong dari pemerintah pusat pemerintah daerah atau pemerintah provinsi bersama-sama dengan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia dan pedagang pasar di seluruh DKI Jakarta,” ujar Reynaldi.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan