Berita

 Network

 Partner

Haiti menangkap kepala keamanan utama dalam penyelidikan pembunuhan Moise

Haiti menangkap kepala keamanan utama dalam penyelidikan pembunuhan Moise

Berita Baru, Port-au-Prince – Pada hari Senin (26/7), Polisi Haiti telah menangkap kepala tim keamanan Jovenel Moise sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung atas pembunuhan presiden Haiti,  Jovenel Moise.

Kepala keamanan Jean Laguel Civil dicurigai terlibat dalam plot pembunuhan Moise di rumahnya pada Senin (7/7) tengah malam oleh pasukan komando bersenjata yang melewati penjaga presiden dengan ‘tenang’ dan tanpa melepaskan tembakan.

Civil telah ditempatkan di sel isolasi di sebuah penjara di Delmas, dekat ibukota, Port-au-Prince.

“Saya dapat mengonfirmasi bahwa Jean Laguel Civil ditangkap pada hari Senin (27/7) oleh polisi sebagai bagian dari penyelidikan pembunuhan presiden Jovenel Moise,” kata juru bicara polisi Marie Michelle Verrier kepada kantor berita AFP.

Pengacara sipil, Reynold Georges, juga mengkonfirmasi penangkapannya kepada kantor berita AFP pada hari Senin. Dia menyebut penangkapan kliennya bermotif politik.

Berita Terkait :  Haiti Minta AS Kirimkan Pasukan untuk Melindungi Infrastruktur Usai Pembunuhan Terhadap Presiden

Sampai sekarang, masih belum jelas apakah Civil akan didakwa atau tidak. Namun, ia kini bergabung dengan lebih dari 12 tersangka yang telah ditangkap polisi.

Komisaris Port-au-Prince, Bed-Ford Claude telah memerintahkan otoritas imigrasi untuk melarang empat petugas polisi yang bertanggung jawab atas keamanan Moise meninggalkan negara itu.

Pada hari Senin, polisi juga mengeluarkan surat perintah untuk menangkap Wendelle Coq Thelot, seorang hakim pengadilan tertinggi di negara yang dipecat Moise.

Hingga kini, detil dan rincian pembunuhan Moise masih belum jelas, tetapi Perdana Menteri Ariel Henry yang baru dilantik telah berjanji untuk membawa pembunuh Moise ke pengadilan.

Polisi juga telah menangkap sekitar 20 warga negara Kolombia sebagai bagian dari plot yang mereka katakan diorganisir oleh sekelompok orang Haiti yang memiliki hubungan asing.

Berita Terkait :  Intelejen AS: Rusia Diam-diam Membantu Pasokan Senjata Taliban