Gencatan Senjata Rapuh, Israel Lakukan Serangan Udara ke Gaza

-

Berita Baru, Internasional – Israel mengaku telah melakukan serangan udara di Gaza semalam setelah Palestina meluncurkan balon pembakar dari wilayah itu. Gejolak pertama yang muncul setelah  konflik 11 hari bulan lalu.

Balon pembakar memicu 20 kebakaran di Israel selatan pada Selasa (16/6). Tidak ada korban di kedua sisi dan ketenangan telah pulih pada Rabu pagi.

(Foto: BBC)

Militer Israel, seperti dilansir dari BBC, mengatakan pihaknya menargetkan kompleks milik Hamas, kelompok militan yang menguasai Gaza. Sebuah situs di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, dilaporkan terkena serangan udara tersebut.

Sementara itu, Hamas mengatakan bahwa aksi peluncuran balok pembakar merupakan tanggapan atas pawai yang dilakukan oleh nasionalis Israel di Yerusalem Timur yang diduduki.

Berita Terkait :  Rusia dan Turki Tandatangani Nota Pembentukan Pusat Kontrol Gencatan Senjata di Karabakh
(Foto: EPA)

Pawai Hari Yerusalem adalah agenda tahunan yang menandai penaklukan Israel atas Yerusalem Timur – rumah bagi Kota Tua dan tempat-tempat sucinya – dalam Perang Timur Tengah 1967. Palestina melihatnya sebagai provokasi.

Berita Terkait :  Israel dan Palestina Sepakati Gencatan Senjata
(Foto: BBC)

Pada momentm tersebut, ratusan pemuda nasionalis Israel menari, menyanyi dan mengibarkan bendera Israel di depan Gerbang Damaskus Kota Tua, pintu masuk utama ke Kawasan Muslim.

Mereka kemudian masuk melalui gerbang lain untuk mencapai Tembok Barat, salah satu situs paling suci Yudaisme.

Dalam sebuah pernyataan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan jet tempurnya telah menghantam kompleks militer yang dioperasikan oleh Hamas di Khan Younis dan Kota Gaza.

Disebut sebagai aktivitas teroris, IDF mengatakan siap untuk semua skenario, termasuk dimulainya kembali permusuhan, dalam menghadapi aksi teror lanjutan dari Jalur Gaza.

Berita Terkait :  Pangeran Charles Positif Terinfeksi Corona

Kantor berita Palestina Wafa melaporkan bahwa pesawat mengebom sebuah situs di daerah Maen, selatan Khan Younis, dan satu lagi di selatan Kota Gaza, menyebabkan kerusakan material.

Berita Terkait :  Gejala Covid-19 Semakin Parah, PM Inggris Dirawat di RS

Seorang juru bicara Hamas mengatakan di Twitter bahwa orang-orang Palestina akan terus melakukan perlawanan, membela hak-hak mereka dan tempat-tempat suci di Yerusalem.

Dalam beberapa tahun terakhir, gerilyawan sering mengirim balon helium dan layang-layang yang membawa kontainer berisi bahan bakar yang terbakar dan alat peledak melintasi perbatasan Gaza.

Perangkat tersebut telah menyebabkan ratusan kebakaran di Israel, membakar ribuan hektar hutan dan lahan pertanian.

Serangan udara itu adalah yang pertama dilakukan di bawah pemerintahan baru Israel oleh Naftali Bannet, yang mulai menjabat pada Minggu, mengakhiri 12 tahun kekuasaan Benjamin Netanyahu.

Berita Terkait :  Batasi Kapasitas, Uber Buka Kembali Kantor San Francisco

Naftali Bennett, perdana menteri baru Israel, adalah seorang nasionalis sayap kanan yang mengepalai koalisi delapan partai yang mencakup seluruh spektrum politik Israel.

Serangan udara baru-baru ini hanya berlangsung selama 10 menit, tetapi itu cukup untuk mengingatkan penduduk kota, yang berusaha untuk pulih dari pertempuran baru-baru ini, bahwa gencatan senjata itu rapuh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU