Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Forsis Beri Pesan di Hari Jadi Gresik ke-534: Identitas Kota Santri Jangan Pernah Bergeser

Forsis Beri Pesan di Hari Jadi Gresik ke-534: Identitas Kota Santri Jangan Pernah Bergeser



Berita Baru, Gresik – Ketua umum Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Forum Silaturrahmi Santri (Forsis) Gresik, Ahmad Shodiq ikut bangga serta turut merayakan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gresik ke-534 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemkab Gresik ke-74.

Menurut Shodiq, diusia yang semakin dewasa saat ini, Kabupaten Gresik telah menjadi salah satu pusat ekonomi nasional bahkan internasional, hal itu ditandai dengan banyaknya investor yang masuk melalui industri-industri yang ada dan berkembang di Kabupaten Gresik.

Kendati demikian, ia berpesan agar identitas Kota Santri yang tertancap di Kabupaten Gresik ini tidak pernah bergeser apalagi sampai hilang, terlebih saat ini kepala daerah yang memimpin Kabupaten Gresik keduanya berlatarbelakang Santri.

“Tentu kita bangga dengan bertambahnya usia Kabupaten Gresik yang ke-534. Gresik telah menjadi salah satu pusat perekonomian nasional melalui indutrialisasinya, namun demikian berharap identitas dasar kota ini menjadi kota santri agar tidak bergeser sedikitpun apalagi sekarang bupati dan wakilnya pun dari kalangan santri,” ungkapnya.

Keberadaan industri di Gresik, sambung Shodiq mengurai, pihaknya berharap agar bisa memberi dampak positip bagi pembangungan serta kemanfaatan dalam penyerapan tenaga kerja warga lokal, tentu keberadaan para santri tak bisa terlepaskan peran itu semua.

“Industri-industri yang ada harus memberikan manfaat yang jelas terutama kepada warga lokal pribumi Gresik, terutama karena latarbelakang Gresik merupakan basis Santri, maka keberadaan Santri dan Pesantren pun harus diperhatikan secara khusus,” tegas dia.

Oleh karena itu, Forsis berharap agar pemerintah daerah dan seluruh industri yang ada di Kabupaten Gresik bisa benar-benar berkolaborasi dalm mewujudkan kesejahteraan masyarakat, bisa melalui UMKM maupun program ekonomi produktif lainnya.

“Contoh lain misalnya ada petrokimia, petani Gresik harus mendapatkan kemudahan dalam jatah distribusi, karena sebagian besar warga Gresik juga petani, bisa juga melalui UMKM sesuai dengan kearifal lokal daerah yang ada, tentunya dengan support penuh pemerintah daerah agar terjadi pemerataan ekonomi,” imbuh Shodiq.