FORSIMPRO Gelar Kegiatan Lestari Linkungan di Desa Jatiurip

Foto: Dok. Karang Taruna Desa Jatiurip.

Berita Baru, Probolinggo – Forum Komunikasi Mahasiswa Polinema Probolinggo (FORSIMPRO) adakan bakti sosial penanaman seribu bibit pohon di Desa Jatiurip, Probolinggo, Jawa Timur.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kualitas ekosistem. Serta ingin menjaga kelestarian keindahan desa,” kata Salman Al Farisi selaku Ketua Forsimpro, Sabtu (03/4/2021).

Bakti sosial dan penanaman seribu pohon dilakukan bersama komunitas kepemudaan desa serta organisasi kemahasiswaan. Jajaran pemerintah Desa Jatiurip juga ikut andil dalam giat penanaman tersebut.

“Kita berkolaborasi dengan Kominitas Laskar Alas, Karang Taruna desa Jatiurip dan serta PAC. GP Ansor Kecamatan Krejengan, Forum Komunikasi Mahasiswa Polinema Probolinggo,” ujarnya.

Saleh Husni, Kepala Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan memberi apresiasi atas terlaksananya kegiatan itu. Khususnya bagi mahasiswa Polinema yang menjadikan desa sebagai lokasi kegiatan bakti sosial.

“Alhamdulillah mahasiswa sudah ingat untuk membangun desa,” kata Husni.

Selain itu warga Jatiurip juga merespon baik, mereka meminta supaya kegiatan melestarikan lingkungan itu terus dilakukan. Bahkan mereka berharap kegiatan bakti sosial dan penanam pohon dapat lakukan di desa-desa lain.

Senada dengan Koordinator Forsimpro, ketua Karang Taruna Desa Jatiurip, Zeqi Uddin mengatakan bahwa gerakan kelestarian lingkungan sangat penting untuk menjaga ekosistem kehidupan di desa.

Karena program tersebur dapat membangunkan kesadaran serta peran masyarakat dan kepemudaan di desa untuk peduli terhadap lingkungan.

Menurut Zaqi, hal itu terlihat dari antusias warga dan pemuda Jatiurip dengan kehadiran komunitas yang melaksanakan bakti sosial dan penanaman seribu pohon di daerahnya.

“Kita selaku pemuda desa mengajak segenap masyarakat untuk bersama-sama memulai menanam pohon, dan menyadari akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar kita dengan menanam pohon dan menebar benih,” tegasnya.

Selain itu, Ketua dan sekaligus penggagas komunitas Laskar Alas, Zainul Amin, mengapresiasi kegiatan penanaman pohon yang dilakukan secara kolaborasi. Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan perlu melibatkan semua elemen yang ada di masyarakat.

“Dengan kerja sama yang baik oleh semua pihak maka ada kebersamaan, berbagi peran, dan kemandirian,” ungkap Amin.

Dalam kampanye pelestarian lingkungan hidup, lanjut Amin, tidak cukup hanya dengan penanaman pohon saja, namun ada yang lebih krusial, yaitu transformasi edukasi kepada masyarakat tentang kepedulian terhadap lingkungan.

“Edukasi itu perlu dilakukan terus menerus untuk merangsang masyarakat agar mempunyai kesadaran dalam melestarikan lingkungan disekitarnya,” tukasnya.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini