Dua Kapal Tanker Iran Berisi Bahan Bakar Tiba di Perairan Venezuela

(Foto: AFP)

Berita Baru, Internasional – Dua kapal tanker Iran tiba di Perairan Venezuela pada Selasa dan Rabu minggu ini untuk mengirimkan bahan bakar. Kabar ini sebagaimana disampaikan oleh Russ Dallen, kepala perusahaan investasi Caracas Capital Markets yang berbasis di Miami, sebagaimana dikutip oleh kantor berita AP.

Seperti dilansir dari Sputnik News, dua kapal tanker itu adalah Forest dengan 275.000 barel minyak dan Fortune. Sementara kapal ketiga, Faxon, diharapkan sampai sebelum akhir pekan ini.

Belum diketahui berapa banyak minyak yang dibawa Fortune dan Faxon, tetapi Dallen mengatakan akan mengirimkan total 815.000 barel bahan bakar ke Venezuela.

Pada bulan Mei, lima kapal tanker Iran telah mengirimkan lebih dari satu juta barel minyak ke Venezuela, yang tengah dilanda krisis bahan bakar serius akibat sanksi dari AS.

Kedatangan kapal-kapal tanker tersebut terjadi sebagai janji Maduro pada Rabu (30/9) untuk meningkatkan produksi bensin sebagai upaya untuk memperbaiki situasi produksi dan distribusi bensin di negaranya. Janji Maduro itu sejalan dengan rencana barunya yang akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.

Berita Terkait :  Pasar Coche Berpotensi Jadi Episentrum COVID-19 Venezuela

“Bensin yang kami beli dari luar negeri untuk Oktober akan tiba, dan kami melakukan pembelian untuk beberapa bulan kemudian. Venezuela perlu memproduksi semua yang dikonsumsinya,” kata Maduro saat  siaran di televisi pemerintah.

Sebelumnya, pada bulan Juni, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, telah menyatakan ketersediaan Teheran untuk melanjutkan pengiriman minyaknya ke Venezuela jika negara itu memang membutuhkan lebih banyak lagi pasokan dari Iran. Ia menambahkan bahwa yang demikian adalah praktik kebebasan perdagangannya dengan Venezuela.

Sanksi AS Terhadap Venezuela, Iran

Dalam upaya penggulingan Presiden Nicolas Maduro, Washington mulai memberlakukan sanksi ekonomi yang cukup ketat terhadap ekonomi Venezuela, yang berada dalam cengkeraman krisis sejak tahun 2018. Ia menargetkan perusahaan minyak dan gas milik negara Petroleos de Venezuela (PDVSA) serta anak perusahaannya sebagai upaya untuk menyita aset asing dan memberhentikan transaksi.

Dalam perkembangan terakhir, AS mengumumkan sanksi baru terhadap Maduro, yang diberlakukan atas kerjasamanya dengan Iran.

Sejak penarikan sepihak Washington oleh Presiden Trump dari kesepakatan nuklir Iran 2015, atau yang dikenal dengan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), AS terus melakukan tekanan dengan memeberlakukan kembali sanksi-sanksinya terhadap Republik Islam pada Mei 2018. Langkah tersebut mendorong Teheran untuk mulai menangguhkan beberapa kewajiban terkait JCPOA tepat setahun kemudian.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini