Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

dr. Tirta
Foto: Instagram @dr. Tirta

dr. Tirta Kritik Kapolres Bantul yang Sebut Jogja Aman dari Klitih

Berita Baru, YogyakartaInfluencer dr. Tirta lontarkan kritik atas pernyataan Kapolres Bantul terkait kasus klitih di Yogyakarta yang belakangan mendapat sorotan di media sosial Twitter.

Sebelumnya masyarakat khususnya Jogja menuliskan keresahan di Twitter hingga menjadi trending topik dengan tagar #SriSultanYogyaDaruratKlitih hingga #YogyaTidakAman.

Namun pernyataan Kapolres Bantul, AKBP Ihsan, menuai sorotan dari dr Tirta dimana ia menanggapi bahwa tagar #YogyaTidakAman tidak benar.

AKBP Ihsan menyebut bahwa aparat sejauh ini selalu hadir di lapangan dan berupaya untuk terus melakukan langkah terkait memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Yogya ini tetap aman, anggota kami selalu hadir di lapangan untuk memberikan rasa aman. Jadi apa yang ada di medsos bahwa sekarang Jogja tidak aman itu tidak benar,” ujar Ihsan saat konferensi pers pada Rabu (29/12).

Ia menyebutkan bahwa Jogja sejauh ini aman dengan indikator sejumlah tempat khususnya di kawasan wisata yang tetap ramai dengan kunjungan.

“Buktinya di Pantai Parangtritis Bantul dalam beberapa hari ini sangat ramai, di Malioboro juga sangat ramai, itu menandakan bahwa Jogja tetap aman, tetap berhati nyaman,” ujarnya.

“Apalagi di Bantul, kami jamin untuk kasus-kasus seperti ini insyaallah sudah kami antisipasi,” imbuh Ihsan.

Menanggapi hal tersebut, dr Tirta melalui akun Instagram pribadinya memberikan komentar soal pernyataan Kapolres Bantul tersebut.

dr Tirta mengatakan bahwa sebaiknya kritik netizen dijadikan bahan evaluasi.

“Halo yang terhormat bapak Kapolres Bantul, yang namanya klithih kui ra bakal moro Parangtritis-Malioboro Mana ada orang tiba-tiba bacok-bacokkan di area tempat wisata? Klitih yo kui area cerak ring road, cerak Samas, jalan kabupaten, area Jakal atas, jalan Palagan, Godean Gamping, cerak ISI, SMSR nek bengi-bengi,” tulisnya.

“Klithih ning Malioboro meh ngopo? Nyabet jaran? Kritik netizen kok dibantah, kudune menjadi bahan evaluasi,” tambahnya.

Menanggapi terkait hal tersebut, Kapolres Bantul kembali angkat bicara, menurutnya sejumlah tanggapan di media sosial kurang memahami secara keseluruhan terkait pernyataannya.

Ia mengkorelasikan jika Jogja tidak aman maka tentunya kunjungan wisata akan sedikit.

“Itu cara pandang dan berpikir yang sempit. Kalau memang Jogja enggak aman, tentunya tidak banyak wisatawan yang datang ke Malioboro atau Parangtritis,” ungkapnya pada Kamis (30/12).