Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Trunojoyo, Mahfud MD Minta Keluarga Madura Jaga Budaya Adiluhung Jogja

Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Trunojoyo, Mahfud MD Minta Keluarga Madura Jaga Budaya Adiluhung Jogja



Berita Baru, Yogyakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, berharap mahasiswa dan Keluarga Madura Yogyakarta dapat menjaga budaya adiluhung Jogja yang penuh kesantunan. 

Tak hanya, Mahfud MD juga mendorong keluarga besar Madura Yogyakarta memegang teguh budaya Madura yang pekerja keras dan tak kenal menyerah.

Hal ini ditegaskan Mahfud saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan kembali Asrama Mahasiswa ‘Trunojoyo’ Madura, di Yogyakarta, Rabu (9/8).

“Jaga budaya Adiluhung Yogyakarta yang penuh kesantunan, serta lambang pengembangan ilmu pengetahuan dengan budaya Madura yang tegas pekerja keras dan tanpa kenal menyerah kalau disatukan akan menjadi hebat,” kata Mahfud MD.

Diketahui, pembangunan asrama mahasiswa Madura Yogyakarta iii dibiayai oleh Tanoto Foundation dan April Grup, serta menempati tanah Sultan Ground dengan luas 400 meter. 

Rencananya asrama ini akan ditempati mahasiswa yang berasal dari 4 kabupaten di Madura. Hingga saat ini, asrama mahasiswa Trunojoyo ini dikelola oleh yayasan Dharmasiswa Madura. 

“Saya alumni yayasan Dharmasiswa, dulu kekurangan biaya, biasa dulu saya merantau hanya berbekal nekat. Saya minta bantu ke yayasan Dharmasiswa untuk biaya sekolah,” kisah Mahfud MD bercerita saat masa-masa awal hidup dan belajar di Kota Yogyakarta.

Yayasan Dharmasiswa, lanjut Mahfud, pada tahun 50an adalah yayasan yang sangat besar, bahkan menurut Mahfud, mungkin lebih kaya dari Pemda pada masanya.

“Saya tidak tahu pengelolaannya sekarang seperti apa, minta tolong dikembangkan pak, itu penting karena banyak orang Madura yang tertolong dari situ, agar nanti Madura bisa lebih maju lagi,” pinta Mahfud pada pengelola yayasan.

“Dari sini banyak tumbuh orang yang sudah berkarir di berbagai tempat, jadi sayang kalau asrama ini tidak diteruskan sebagai pencetak kader kepemimpinan di tengah-tengah bangsa Indonesia yang tumbuh dari budaya Jogja dan tradisi keilmuan Jogja yang penuh keanggunan dan kesantunan,” tambah Mahfud.

Sementara itu, GKR Mangkubumi, dalam kesempatan yang sama, berharap masyarakat Madura di Yogyakarta bisa berkolaborasi dengan masyarakat Yogya, bersama-sama membangun Yogyakarta, mewujudkan Yogyakarta yang benar-benar istimewa.

Hadir dalam kesempatan ini, mewakili Keraton Yogyakarta GKR Mangkubumi, Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan, CEO Tanoto Foundation Satrijo Tanudjojo, Sihol Aritongan dari APRIL Group dan beberapa tokoh Madura di Yogyakarta seperti mantan Katib Aam PBNU Kiai Malik Madani dan sejumlah tokoh Madura lainnya.