Berita

 Network

 Partner

Didukung BRIN, UNUSIA Diseminasikan Produk Inovasi di Tuban

Didukung BRIN, UNUSIA Diseminasikan Produk Inovasi di Tuban

Berita Baru, Tuban – Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta menciptakan produk inovasi teknologi Meja Belajar Anak Aman Covid-19 dan mendiseminasikannya kepada masyarakat Tuban.

Produk inovasi berkat kolaborasi antara Pusat Pengelolaan Inovasi dan Inkubasi Bisnis LPPM UNUSIA dengan Yayasan Nagata Bawana Wali (TANALI) Indonesia itu dirancang guna merespon pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas di tengah pandemi COVID-19.

Menurut Muhammad Nurun Najib selaku Ketua Tim, Produk inovasi teknologi ini ditujukan untuk memberikan proteksi kepada anak-anak yang sedang menempuh pendidikan anak usia dini agar tidak terpapar Virus Korona.

Meja belajar yang diproduksi secara terbatas dan diujicobakan pada beberapa lembaga serta komunitas pengelola pendidikan anak usia dini itu dikonsep dan desain ramah anak, serta mudah dipasang dan disimpan di tempat belajar.

“Sebanyak 750 buah Meja Belajar akan dibagikan secara gratis kepada 50 pengelola Taman Pendidikan Quran (TPQ) dan Taman Kanak-Kanak/Roudhatul Athfal (RA) yang tersebar di Kabupaten Tuban,” kata Najib yang juga dosen UNUSIA Jakarta, dalam rilisnya, Selasa (12/10).

Sosialisasi, pelatihan dan serah terima produk inovasi kepada para penerima manfaat itu digelar di Gedung PC Muslimat NU Kabupaten Tuban. Turut hadir, Anggota DPR RI Ratna Juwita Sari dan para penerima manfaat inovasi yakni para pengelola TPQ/RA di Tuban serta Ketua Muslimat NU setempat.

”Kami bangga dengan ikhtiyar menciptakan produk inovasi ini. Kami juga bangga kepada para pengelola pendidikan anak usia dini di kabupaten Tuban,” ungkap Najib.

“Kami sangat senang bisa membantu anak-anak generasi bangsa kita untuk tetap bisa belajar di tengah pandemi dengan aman dan nyaman tanpa takut terpapar virus Korona,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Satgas Penanganan COVID-19 menyebutkan bahwa sampai Hari Senin, 11 Oktober 2021 jumlah akumulatif kasus COVID-19 di Kabupaten Tuban sebanyak 7424 orang.

Dari total jumlah tersebut, tercatat 6479 orang sembuh, 924 meninggal dan 21 orang masih dirawat atau dalam pemantauan.

Secara umum mayoritas kasus Covid-19 dialami oleh orang dewasa berumur 45 tahun ke atas. Sementara 2,9% kasus dialami oleh anak usia balita (0-5 tahun) dan 10% kasus dialami anak usia 6-18 tahun.

Meskipun sedikit persentase jumlah anak-anak terpapar Covid-19, masih ada kemungkinan anak-anak berisiko terpapar seiring dengan kebijakan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Risiko anak-anak terpapar Covid-19 masih ada,” kata Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban.
Di akhir bulan Maret 2021, pemerintah telah menerbitkan kebijakan pelonggaran penyelenggaraan pendidikan secara tatap muka.

Di awali penerapan secara terbatas pada sisa tahun ajaran 2020/2021, dan akan diterapkan secara lebih intensif pada tahun ajaran 2021/2022.

Kebijakan tersebut tercantum dalam Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Program diseminasi produk teknologi Meja Belajar Anak Aman Covid-19 ini diharapkan dapat membantu pengelola pendidikan, orang tua dan anak-anak di Kabupaten Tuban untuk mempersiapkan diri dalam melaksanakan pembelajaran tata muka di tengah pandemi Covid-19.

Berita Terkait :  WHO Berharap Pandemi Tak Sampai Dua Tahun