Di Jakarta, AWPF Roadshow ke Kantor Kedutaan

AWPF di Kantor Kedutaan Canada
AWPF di Kantor Kedutaan Canada

Berita Baru, Jakarta – Aceh Women’s for Peace Foundation (AWPF) melakukan roadshow ke kantor-kantor kedutaan di Jakarta, Senin (24/02). Roadshow tersebut bertujuan untuk bersilaturahmi, membangun jaringan, menimba pengetahuan, pengalaman, belajar bersama tentang Perlindungan dan Penghormatan Hak Asasi Perempuan, khususnya perempuan pembela HAM di Aceh.

Dalam kesempatan berjumpa dengan para diplopat dari berbagai Negara, AWPF menjelaskan tentang perkembangan perlindungan perempuan di wilayah dampingan, yaitu di Kabupaten/Kota Banda Aceh, Bener Meriah dan Aceh Besar.

Irma Sari, Direktur AWPF menjelaskan kondisi perempuan pada masa konflik yang sangat rentan dengan kekerasan berbasis gender seperti pemerkosaan, perbudakan seksual dan pelecehan seksual serta banyaknya kasus kekerasan fisik dan non fisik.

Pasca damai perempuan masih terabaikan dalam pemenuhan hak-hak mereka. Angka kekerasan terhadap perempuan masih tinggi, belum semua korban konflik mendapatkan hak-haknya, kebijakan yang diskriminatif terhadap perempuan, anak dan disabilitas.

“Perempuan pembela HAM masih mendapatkan tekanan dan ancaman dalam melakukan kerja-kerja pemenuhan hak asasi perempuan dan banyak persoalan lainnya,” terang Irma.

Berita Terkait :  Mengawal Isu Kesetaraan Gender di Era Millenial

Tanggapan Pejaban Kedutaan

Mrs. Hellay, Koordinator Canada Fund for Local Inisiatif (CFLI) mengatakan bahwa harus ada kerja bersama dalam pemenuhan Hak-hak perempuan di Aceh baik pemerintah maupun masyarakat.

Pada kesempatan yang lain Mrs. Rebecca yang merupakan diplomat dari kedutaan Australia mengatakan Pemerintah Austaralia sudah melakukan berbagai upaya dalam pemenuhan hak-hak perempuan. Di Aceh pemerintah Australia bekerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat di sana.

Sementara itu Simen diplomat dari Negara Norwegia memberikan masukan tentang upaya-upaya yang harus dilakukan oleh AWPF dalam kerja-kerjanya di Aceh. Salah satunya bekerja sama dengan lembaga di tingkat Nasional agar mendapatkan informasi dan pembelajaran bersama dalam pemajuan hak-hak perempuan.

Mr. Patrick, diplomat asal New Zealand dan Mr. Raplh diplomat asal Swiss sangat antusias mendengarkan perkembangan kondisi perempuan di Aceh. Pihaknya juga mengapresiasi kerja-kerja AWPF di Aceh dalam pemenuhan hak-hak perempuan.

Kantor kedutaan yang dikunjungi oleh AWPF antara lain Kedutaan Canada di gedung World trade Center II kuningan Jakarta selatan, Kantor Kedutaan Australia di Kuningan, kantor Kedutaan New Zealand di Senayan City, kantor kedutaan Norwegia di gedung Menara Rajawali dan Kantor kedutaan Swiss di jalan Rasuna Said Jakarta selatan.

Berita Terkait :  AWPF Kembangkan Inovasi Kerajinan Ibu-ibu di Ladong

Road Show adalah agenda dua tahunan AWPF untuk memberikan informasi terkait perkembangan dan kondisi perempuan di Aceh. Road show tersebut berlangsung pada tanggal 18 sampai dengan 21 Februari 2020 di Jakarta.

AWPF merupakan sebuah organisasi yang focus dan Issunya konsen pada pemenuhan hak-hak perempuan dalam konteks perdamaian yang berkelanjutan.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan