Dana Bos 2021 Untungkan Daerah 3T

Foto: YouTube FMB9ID_IKP/sc

Berita Baru, Jakarta – Sekretaris Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Paud Dikdasmen), Kemendikbud, Sutanto, menjelaskan adanya perbedaan jumlah dana (Bantuan Operasional Sekolah) BOS setiap daerah.

Menurut Sutanto, perbedaan Skema dana tersebut dihitung dan dipengaruhi tingkat indikator kemahalan konstruksi daerah yang kemudian dikalikan dengan jumlah siswa. Skema perubahan hitung tersebut akan menguntungkan sekolah di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T).

“Betul ini menguntungkan daerah 3T. Yang kita gunakan adalah indikator kemahalan kontruksi sebagai pengali dari jumlah siswa dan unit cost berdasarkan indeks kemahalan konstruksi,” kata Sekretaris Dirjen Paud Dikdasmen Sutanto, dalam YouTube FMB9ID_IKP, Sabtu (27/3/21).

https://youtu.be/sXw3YR77BKk

Sutanto mencontohkan dana BOS di kabupaten Salatiga, Jawa Tengah berbeda dengan BOS di pegunungan Bintan, Papua. Di Papua bisa dua kali lipat unit cost di Salatiga.

“Jadi yang dulu anggarannya sama sekarang majemuk variatif disesuaikan dari tingkat kemahalan kebupaten kota masing-masing,” terangnya.

Sutanto tetap memastikan anggaran transfer dana BOS pada tahun 2021 tidak ada penurunan. Seperti di tahun 2020, untul satu SD minimal dihitung RP900 ribu per anak dalam satu tahun.

“Tidak ada yang lebih rendah dari tahun kemarin. Paling rendah sama kaya tahun kemarin,” tuturnya. (MKR)

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini