Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Bupati Terpilih Blora Apresiasi Pembongkaran Sindikat Penimbunan Pupuk
Bupati Terpilih Kabupaten Blora Arief Rohman

Bupati Terpilih Blora Apresiasi Pembongkaran Sindikat Penimbunan Pupuk



Berita Baru, Blora – Bupati terpilih Kabupaten Blora Arief Rohman mengapresiasi Polres Blora yang telah membongkar sindikat penimbunan pupuk bersubsidi sebanyak 14 ton di Desa Gabusan, Rabu (10/2).

“Kita apresiasi Polres, ditengah petani yang kesulitan pupuk masih ada yang berbuat seperti itu,” tutur pria yang masih menjabat Wakil Bupati Blora dalam video unggahannya di akun Twitter pribadinya, Kamis (11/2).

Guna mengantisipasi hal tersebut terjadi lagi, Arief mengaku kedepannya akan kerjasama dengan Polres dan membentuk satgas khusus guna memantau distribusi pupuk ke petani.

“Kita kasihan pada petani ya, sudah pupuk mahal, pendapatan juga turun,” kata Arief.

Arief mengatakan akan memperbaiki pendataan pupuk bersubsidi yang beredar dari hulu ke hilir, agar petani dapat memperoleh akses pupuk dengan harga terjangkau.

Selain itu, Arief mengaku juga akan mendorong petani untuk menggunakan pupuk organik, agar tidak tergantung secara terus menerus kepada pupuk kimia.

“Termasuk pengembangan organik, kedepan kita akan mendorong petani organik, agar tidak selalu tergantung pada kimia,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polres Blora berhasil Polres Blora berhasil membongkar penimbunan belasan ton pupuk bersubsidi yang dijual di atas HET

Penggerebekan dipimpin langsung Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama, Rabu (10/2). Penggerebekan itu mendapatkan sebanyak 14,95 ton disimpan di gudang polowijo milik Ngadiman (50), warga Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Ngadiman diduga melakukan pendistribusian atau penyaluran pupuk bersubsidi pemerintah  untuk sektor pertanian, yaitu menjual pupuk bersubsidi di luar peruntukannya di atas harga eceran tertinggi (HET) dari Pemerintah.

“Ya, berdasarkan laporan warga, adanya penjualan pupuk bersubsidi diatasi HET pemerintah, satuan Reskrim melakukan penyelidikan, dan ternyata benar ada 14,95 ton pupuk bersubsidi disimpan digudang polowijo ini, ” kata AKBP Wiraga Dimas Tama.