Buka Munas Alim Ulama DPP PKB, Presiden: Saya Yakin PKB Tidak Kendur Menyemai Nilai Moderat

Presiden bersama Ketua Umum DPP PKB A Muhaimin Iskandar saat membuka Munas Alim Ulama DPP PKB

Berita Baru, Jakarta – Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Dewan Pimpinan Pusan Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) secara daring dari Istana Kepresidenan, Kamis (7/4).

“saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para kiai, para alim ulama atas semua tausiah dan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi COVID-19. Dukungan para alim ulama sangat sangat penting sekali, agar semua elemen bangsa bisa saling mendukung dan menopang, saling membantu, menjadi sebuah kekuatan yang sangat dahsyat untuk mengatasi segala tantangan bangsa hari ini dan ke depan yang tidak semakin mudah,” tutur Presiden dalam sambutannya.

Presiden juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi besar para alim ulama dalam menjaga persatuan, dalam menjaga kerukunan antarwarga bangsa, menjaga keutuhan bangsa dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menebarkan toleransi, menebarkan semangat persaudaraan, serta menjadikan kebinekaan sebagai fondasi persatuan.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan tantangan pemerintah dalam mengendalikan tindakan terorisme yang marak terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Tindakan yang lahir dari cara pandang yang keliru, dari paham yang salah, yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama, jelas-jelas merupakan kejahatan besar terhadap kemanusiaan, yang mengancam kerukunan kita dalam berbangsa dan bernegara,” jelas Presiden.

“Sebagai partai yang ahlussunnah wal jamaah, saya meyakini PKB tidak kendur untuk terus menyemai nilai-nilai moderat, nilai-nilai moderasi, nilai-nilai tawasut, nilai-nilai keseimbangan (tawazun), dan terus menebarkan moderasi beragama, menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antarsesama, sehingga radikalisme, terorisme, tidak ada lagi di negara yang kita cintai ini, Indonesia,” imbuh Presiden.

Lebih lanjut, Presiden juga menyampaikan bahwa sejak awal sangat jelas bahwa NU (Nahdlatul Ulama) dan PKB konsisten mengikuti dawuh Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari dan para masyayikh bahwa agama dan nasionalisme tidaklah bertentangan, namun justru saling menopang satu sama sama lain.

“Saya percaya PKB di hari ini, ke depan, dan seterusnya akan terus mewarisi semangat yang mulia tersebut, terus memperkuat fondasi keagamaan dan kebangsaan untuk mewujudkan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” terang Presiden.

Selain itu, Presiden berharap melalui kader PKB yang ada di lembaga legislatif maupun di eksekutif, baik di tingkat pusat maupun di daerah, PKB akan terus mendorong inovasi, memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengembangkan tata kelola politik dan pemerintahan yang baik dan akuntabel, dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat, kesejahteraan masyarakat.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Musyawarah Kerja Nasional PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan Munas (Musyawarah Nasional) Alim Ulama Partai Kebangkitan Bangsa, siang hari ini saya buka,” demikian secara resmi Presiden membuka Munas Alim Ulama PKB.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini