Berita

 Network

 Partner

Watchdoc, Rumah Produksi Film RI Raih Penghargaan Ramon Magsaysay

Watchdoc, Rumah Produksi Film RI Raih Penghargaan Ramon Magsaysay

Berita Baru, Jakarta – Rumah Produksi Audio Visual Watchdoc yang didirikan oleh Andhy Panca Kurniawan dan Dandhy Dwi Laksono mendapat penghargaan Magsaysay Award di tahun 2021. Penghargaan tersebut sering disebut “Asia’s Nobel Prize” penghargaan utama dan kehormatan tertinggi Asia.

“Watchdoc menjadi organisasi pertama yang mendapatkan Ramon Magsaysay Award kategori ‘Emergent Leadership’. Sebelumnya seluruh peraih perhargaan kategori ini adalah individual,” tulis Watchdoc Documentary dalam akun twitternya, Selasa (31/8).

Setiap tahun, Yayasan Magsaysay yang berasal dari Filipina ini memberikan penghargaan bagi mereka yang dianggap berkontribusi di bidangnya masing-masing. “Hingga 2021, ada 314 individual & 26 organisasi di 22 negara yang telah mendapat Ramon Magsaysay Award,” tambahnya.

Selain dipercaya sebagai organisasi pertama peraih kategori ‘Emergent Leadership’, Watchdoc tahun ini juga jadi pelaksanaan Ramon Magsaysay Award pertama yang dilakukan secara virtual.

Penghargaan diberikan karena film dokumenter Watchdoc masuk dalam jurnalisme investigasi yang menggunakan platform baru dalam menyoroti masalah lingkungan, sosial, dan hak asasi manusia.

Watchdoc adalah rumah produksi yang merilis sejumlah film seperti ‘Sexy Killers’, ‘Asimetris’, ‘The EndGame’, hingga ‘Kinipan’. Mereka juga dianggap memberdayakan komunitas yang terpinggirkan serta menginspirasi kaum muda mencari kebenaran.

“Karya-karya Watchdoc mengangkat sesuatu yang tak banyak dibicarakan atau dihindari orang dan mendistribusikannya kepada generasi baru,” kata Presden Ramon Magsaysay Award Foundation Susan Afan dalam keterangan tertulis Watchdoc yang dibagikan pada Selasa (31/8).

Pendiri Watchdoc, Andhy Panca Kurniawan kepada wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya, dikutip dari tempo.co, mengatakan pihaknya merasa antara percaya dan tidak mendengar kabar baik tersebut.

“Ada dua alasan mengapa kami merasa terkejut, pertama penghargaan Ramon Magsaysay adalah penghargaan yang sering disebut sebagai “Nobel Prize” untuk wilayah Asia. Yang kedua, penghargaan ini menggenapi apresiasi yang diberikan kepada kami setelah  Gwangju Special Prize for Human Rights (dari Korea Selatan) yang kami dapatkan di awal tahun 2021 ini,” kata Panca.

Menurut Panca, penghargaan dari Magsaysay ini akan membuat Watcdoc lebih bersemangat untuk memproduksi karya-karya yang lebih baik, khususnya untuk masyarakat kecil dan generasi muda, serta untuk komunitas masyarakat sipil di Indonesia pada umumnya.

Dandhy Laksono, yang juga pendiri Watchdoc, mengatakan penghargaan ini adalah pengingat bagi mereka agar terus menghadirkan realitas yang ada kepada masyarakat. “Karena ni diberikan kepada organisasi atau lembaga, bukan individu atau film,” kata Dandhy dikutip dari katadata.co.

Berita Terkait :  ‘Sexy Killers’ Karya WatchdoC Masuk 5 Film Dokumenter Terbaik dalam Festival F4T