BPS: Sepanjang 2020, Ekonomi RI Minus 2,07 Persen

-

Berita Baru, Jakarta – Sepanjang tahun 2020 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi RI minus 2,07 persen. Hal tersebut dipengaruhi oleh Realisasi Produk Domestik Bruto (PDB) yang anjlok dibandingkan 2019 lalu yang tumbuh 5,02 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kontraksi ekonomi juga terjadi jika dilihat secara kuartalan. Tercatat, pada kuartal IV 2020 ekonomi minus 2,19 persen.

“Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 dibandingkan 2019 kontraksi 2,07 persen,” ucap Suhariyanto dalam konferensi pers, Jumat (5/2).

Kontraksi ekonomi Indonesia sejalan dengan pertumbuhan ekonomi sejumlah negara mitra dagang yang juga tercatat minus pada kuartal IV 2020. Rinciannya, Amerika Serikat (AS) minus 2,5 persen, Singapura minus 3,8 persen, Korea Selatan minus 1,4 persen, Hong Kong minus 3 persen, dan Uni Eropa minus 4,8 persen.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pandemi virus corona membuat proyeksi ekonomi dunia jungkir balik dari zona positif 3,3 persen menjadi terkontraksi 4,4 persen pada 2020.

“Covid-19 masih terus menjadi game changer pada perekonomian global sejak tahun lalu. Ekonomi yang semula diproyeksi 3,3 persen, tapi karena covid-19 direvisi menjadi kontraksi 4,4 persen,” ujar Ani, sapaan akrabnya di acara Mandiri Investment Forum 2021 secara virtual, Rabu (3/2).

Proyeksi ekonomi jungkir balik karena pandemi merontokkan pergerakan harga berbagai komoditas di dunia. Begitu juga dengan pertumbuhan perdagangan.

“Penurunan aktivitas ekonomi membuat perdagangan turun 10,4 persen secara global karena semua negara membatasi pergerakan bukan hanya orang saja tetapi juga komoditas,” katanya.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments