BPS: Nilai Tukar Petani Turun 0,15 Persen

Tangkapan layar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam konferensi pers, Senin (1 Maret 2021).

Berita Baru, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa, Nilai Tukar Petani (NTP) di Februari 2021 sebesar 103,10. Artinya, angka ini turun 0,15 persen dibandingkan dengan posisi NTP sebelumnya yakni 103,26.

“Di bulan Februari 2021 ini nilai tukar petani adalah sebesar 103,10 agak turun sedikit dibandingkan posisi bulan Januari yang lalu di mana penurunannya adalah sebesar 0,15 persen,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin (1/3/2021).

Suhariyanto memaparkan penurunan NTP Februari 2021 dipengaruhi oleh dua subsektor pertanian yaitu pertama, NTP subsektor tanaman pangan mengalami penurunan 0,84 persen. 

Nilai NTP tanaman pangan di Februari 2021 ini berada di bawah 100 yakni 99,21. Sementara pada posisi Januari 2021 subsektor ini berada di angka 100,26. Penurunan tersebut dikarenakan indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan, sebaliknya indeks harga yang dibayar petani mengalami peningkatan sebesar 0,26 persen.

“Penurunan harga yang diterima petani ini terjadi karena terutama adanya penurunan harga gabah, karena banyak daerah yang sudah memasuki pasarannya,” ujar Suhariyanto.

Kedua subsektor peternakan, NTP peternakan juga mengalami penurunan 0,33 persen. NTP peternakan ini mengalami penurunan karena indeks harga yang diterima petani juga mengalami penurunan 0,17 persen, sementara indeks harga yang dibayar mengalami kenaikan 0,17 persen. 

Adapun komoditas paling dominan yang mempengaruhi penurunan indeks harga yang diterima petani ini adalah penurunan harga ayam ras, daging dan juga telur yang mengalami inflasi pada bulan Februari 2021.

Sedangkan beberapa subsektor mengalami peningkatan yakni Hortikultura, tanaman perkebunan rakyat dan perikanan. Masing-masing subsektor ini mengalami kenaikan sebesar 1,83 persen, 0,35 persen, dan 0,30 persen.

“NTP secara total mengalami penurunan dari bulan yang lalu tipis, tetapi ada dua subsektor pertanian yang mengalami penurunan NTP yaitu tanaman pangan dan peternakan,” tandas Suhariyanto. 

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini