Biden Mulai Fokus Tangani Pandemi, Drama Donald Trump Muncul Lagi

-

Berita Baru, Internasional – Pada hari Minggu (15/11), sementara Presiden terpilih AS tengah fokus pada penanganan  pandemi virus corona, mantan Presiden Donald Trump muncul dengan berbagai drama, ia memberi pengakuan atas kekalahannya dalam pemilihan presiden AS karena kebobolan, dan mundur dengan “tidak mengakui apapun”.

Ron Klain, kepala staf Gedung Putih yang dipilih Biden, mendesak pemerintahan Trump untuk memungkinkan adanya transisi yang mulus untuk kepentingan keamanan nasional dan penanganan terhadap pandemi  COVID-19.

Seperti yang telah dikampanyekan sebelumnya, pandemi akan menjadi perhatian utama bagi Biden. Klain mengatakan penasihat ilmiah Biden akan bertemu dengan Pfizer Inc PFE.N dan pembuat obat lainnya mulai minggu ini untuk mempersiapkan “proyek logistik raksasa” dengan  vaksinasi yang meluas.

Biden menang atas Trump dalam pemilihan presiden yang dilaksanakan pada 3 November dengan memenangkan serangkaian negara bagian yang dimenangkan oleh petahana Partai Republik pada tahun 2016. Mantan wakil presiden dari Partai Demokrat itu juga memenangkan suara populer nasional dengan 5,5 juta suara, atau 3,6 poin persentase, dengan beberapa surat suara masih dihitung.

Trump, sebagaimana dilansir dari The Guardian, ia membuat pernyataan di Twitter, yang awalnya tampak mengakui kemenangan Biden kepada khalayak, kemudian berbalik arah dengan mengulangi tuduhan tak berdasar tentang kecurangan pemilih yang meluas.

“Dia menang karena Pemilu dicurangi,” tulis Trump, tidak menyebut nama Biden, menambahkan daftar keluhan tentang penghitungan suara. Sekitar 90 menit kemudian, Trump menulis, “Dia hanya menang di mata MEDIA BERITA PALSU. Saya tidak mengakui apa pun! Jalan kita masih panjang. Ini adalah PEMILIHAN YANG BENAR!”

“KITA AKAN MENANG!” tambah Trump, yang kemudian pergi bermain golf di klub miliknya di Virginia.

Menanggapi hal tersebut, saat berbicara di “Meet the Press” NBC, Klain mengatakan, “Cuitan Twitter Donald Trump tidak menjadikan Joe Biden sebagai presiden atau bukan presiden. Orang Amerika melakukan itu.”

Keputusan Administrasi Layanan Umum, Emily Murphy –pendukung Donald Trump – menjadi penghambat Biden dan tim untuk mendapatkan akses ke ruang kantor pemerintah dan pendanaan yang biasanya dialokasikan untuk memastikan transisi yang lancar.

Tanpa secara eksplisit menyebutkan pihak Administrasi Layanan Umum, Trump memuji administrator agensi Emily Murphy lewat Twiter dengan mengatakan: “Kerja bagus Emily!”

Klain mengatakan, Murphy harus secara resmi mengakui Biden sebagai suatu hal penting untuk memastikan bahwa presiden terpilih menerima pengarahan intelijen sebelum menjabat dan untuk memfasilitasi koordinasi dengan satuan tugas virus corona Gedung Putih. Klain mendesak Kongres untuk mengesahkan undang-undang bantuan virus corona bipartisan pada akhir tahun yang telah terhenti sejak sebelum pemilu.

Sebelumnya, Klain mengatakan transisi kepemimpinan yang lancer sangat diperlukan untuk memastikan pemerintah siap meluncurkan vaksin COVID-19 awal tahun depan. Pfizer mengumumkan minggu lalu bahwa kandidat vaksinnya terbukti lebih dari 90% efektif dalam hasil uji coba awal, dan dalam beberapa bulan mendatang vaksinasi yang meluas dapat membantu mengendalikan pandemi.

“Anda tahu, memang menyenangkan memiliki vaksin, vaksin saja tidak menyelamatkan nyawa. Tetapi vaksinasi menyelamatkan nyawa,” kata Klain. “Dan itu berarti Anda harus memberikan vaksin itu ke tangan orang-orang di seluruh negeri ini.”

Mekanika pembuatan dan distribusi terletak pada Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, tambah Klain, sehingga penting bagi tim Biden untuk dapat berkoordinasi dengan pejabat HHS saat ini.

Berbicara di program “State of the Union” CNN, Anthony Fauci, pakar penyakit menular AS dan anggota satuan tugas Gedung Putih, menggarisbawahi pentingnya kelancaran transisi dalam upaya pengendalian pandemi.

“Tentu akan lebih baik jika kita bisa mulai bekerja dengan mereka,” kata Fauci tentang koordinasi antara satgas yang ada dan tim Biden.

Fauci menyambut baik terpilihnya Klain, dengan mengatakan dia “hebat” di bawah mantan Presiden Barack Obama dalam mengelola tanggapan AS terhadap wabah Ebola tahun 2014.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments