Berikut Cara Meminimalisir Dampak Negatif Kebocoran Data

Dampat Negatif Kebocoran Data Pribadi

Berita Baru, Jakarta – Melakukan pemisahan antara data diri pribadi dengan data kesehatan (medis) di ruang digital harus dilakukan mulai saat ini. Agar, dapat meminimalisir dampak negatif dari kebocoran data yang berpotensi terjadi ketika individu menggunakan teknologi tersebut.

“Tidak boleh disatukan antara data pribadi dan data kesehatan,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Semuel Abrijani Pangerapan, melalui siaran Webinar Perlindungan Data Pribadi di Sektor Kesehatan pada Jumat (26/6).

Menurut dia, data pribadi yang berisi berbagai informasi mengenai identitas diri harus selalu dipisahkan. Jadikan, dalam satu berkas saja, ketika hendak di simpan pada pusat data yang terletak pada ruang digital.

Kemudian, data kesehatan yang berisi rekam medis seseorang yang bersifat rahasia dapat disimpan dengan berkas yang berbeda. Tidak boleh disatukan dengan berkas data-data yang lain. Kalau bisa, setiap data yang dipisahkan menggunakan enkripsi bila informasi yang disimpan terlalu sensitif.

“Jadi kalau yang bocor data pribadinya, sang pembobol data tidak punya data kesehatannya,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Jaringan Internet Aktif, Urus Administrasi Kependudukan Bisa 5 Menit

Dua upaya ini, merupakan solusi yang paling jitu dalam meminimalisir dampak negatif dari kebocoran data. Sehingga, data seseorang tidak terekspose semuanya karena disimpan dalam satu berkas yang sama di ruang digital.

Semuel mengakui, peluang bocornya berbagai data seseorang di dunia maya besar kemungkinan dapat terjadi. Karena, setiap sistem penyimpanan data di internet pasti memiliki celah yang dapat disusupi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil data-data dalam bentuk apapun.

Celah tersebut dapat diakibatkan oleh pengguna internet yang kurang perduli dengan keamanan data-datanya ketika melakukan penyimpanan. Sehingga, datanya bisa dengan mudah dibobol oleh oknum.

“Kita jangan membuka celana untuk orang masuk ke sistem kita. kedua adalah kurangnya kesadaran akan pentingnya melindungi data pribadi khususnya data kesehatan,” pungkasnya. [*]

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan