Belum Genap Sepekan, Korut Kembali Luncurkan Dua Rudal

Korut Kembali Luncurkan Dua Rudal
(Sindow News)

Beritabaru.co, Internasional. – Belum genap sepekan, Korea Utara (korut) kembali melakukan uji coba senjata kedua pada Rabu (31/7) waktu setempat. Korut menembakkan dua rudal balistik jarak pendek yang lepas di pantai timur wilayahnya. Langkah tersebut menurut para pengamat ditujukan untuk menekan Amerika Serikat (AS) agar menggelar pembicaraan baru terkait denuklirisasi.

Dua rudal tersebut diluncurkan dari Semenanjung Hodo di Provinsi Hamgyong Selatan, pantai timur Korea Utara. Kepala Staf Gabungan Militer Korea Selatan (JCS), mengatakan rudal itu meluncur sejauh 250 km pada ketinggian 30 km sebelum jatuh ke Laut Timur atau dikenal juga sebagai Laut Jepang.

JCS menyebut kedua rudal itu memiliki tipe yang berbeda dari yang diluncurkan pada Kamis minggu lalu. Sementara ini pemerintah Korea Selatan sedang memantau situasi jika (dimungkinkan) ada peluncuran tambahan. Mereka sedang siaga.

“Peluncuran rudal yang dilakukan Korut berulang-ulang tidak membantu upaya meredakan ketegangan di Semenanjung Korea. Kami mendesak Korut untuk menghentikan langkah semacam itu,” kata salah seorang pejabat JCS yang tidak disebut namanya.

Berita Terkait :  Jumlah Meninggal Akibat COVID-19 Capai 18.543 Orang, 6.820 di Italia

Sementara itu, pengamat dari Al Jazeera, Rob McBride, mengatakan rudal itu ditembakkan dalam jarak waktu 20 menit. “Seperti biasanya (peluncuran rudal), dihitung dengan cermat. Sekarang yang harus segera dicari adalah kenapa mereka meluncurkannya,” kata McBride seperti dilansir Al Jazeera.

McBride menduga peluncuran uji coba rudal itu sebagai wujud ketidaksenangan Pyongyang terkait rencana latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan, bulan depan.

Terkait hal itu, Kolonel Lee Peters, juru bicara pasukan militer AS di Korea Selatan, mengatakan pihaknya akan terus memantau situasi. “Kami mengetahui laporan peluncuran rudal oleh Korea Utara dan kami akan terus memantau situasi,” sebutnya.

Hanya saja, dia tidak berkomentar terkait latihan gabungan militer Korea Selatan-AS yang dijadwalkan akan dimulai bulan depan apakah akan berlanjut atau tidak. Tentunya menyusul peluncuran uji coba dua rudal oleh Korut.

Terlepas dari itu, uji coba rudal tersebut menjadi yang kesekian kalinya pelanggaran Korea Utara terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB dan terjadi ketika perundingan negara itu dengan AS mengenai program senjata nuklir menemui jalan buntu.

Berita Terkait :  Riset: Gerakan Anti Masker di Prancis Diikuti Orang Tua dan Berpendidikan

sebelum melakukan uji coba pada Rabu (31/7) lalu, Korut sudah melakukannya pada Kamis (25/7) pekan lalu. Itu merupakan uji coba rudal pertama sejak pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump bertemu bulan lalu dan setuju untuk menghidupkan kembali pembicaraan denuklirisasi.

Terkait langkah Korut, Trump dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tak terlalu mengkhawatirkan. Bahkan, Pompeo menyatakan harapan untuk jalan diplomatik ke depan dengan Korea Utara masih terbuka lebar.

Penulis : Nafisa Fiana
Sumber  : CNBC
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan