Beijing Segera Selesaikan Prosedur Cepat Perjanjian Perdagangan Senjata

(foto : AP)

Berita Baru, Internasional – China berusaha untuk menyelesaikan semua prosedur formal yang diperlukan untuk menyetujui Perjanjian Perdagangan Senjata PBB (ATT) sesegera mungkin, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang pada hari Sabtu, (28/9).

“Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi dalam pidatonya di Majelis Umum PBB mengumumkan bahwa China telah memulai prosedur hukum domestik untuk aksesi ke ATT. Saat ini, kami sedang melaksanakan prosedur hukum internal yang sesuai untuk aksesi awal terhadap perjanjian. Ini adalah sebuah langkah penting dalam terang partisipasi China dalam manajemen perdagangan senjata global demi perdamaian dan stabilitas internasional dan regional,” kata Geng.

Dilansir dari Sputnik News, Sabtu (28/9) menurut Geng, langkah ini menunjukkan komitmen Beijing untuk mendukung multilateralisme dan memerangi perdagangan senjata ilegal.

Geng juga mencatat bahwa China siap untuk bekerja sama dengan semua pihak untuk memperkuat dan membangun tatanan yang diatur dengan baik agar dapat diandalkan dalam hal perdagangan senjata dan berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas internasional dan regional.

Berita Terkait :  Operasi Militer Niger-Perancis Tewaskan 120 Teroris

ATT yang bertujuan untuk mengatur perdagangan senjata konvensional, mulai berlaku pada Desember 2014. Ia memiliki 130 penandatangan. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada awal minggu ini bahwa Washington tidak akan pernah melanjutkan ratifikasi perjanjian karena menurutnya hal itu ‘menginjak-injak hak warga negara AS’.

ATT berupaya mengurangi penjualan senjata ilegal dengan mempromosikan transparansi dan menetapkan standar umum untuk perdagangan senjata konvensional internasional, menurut Asosiasi Kontrol Senjata (ACA). ATT tidak menempatkan batasan pada jenis atau jumlah senjata yang dapat dibeli atau dimiliki oleh pihak-pihak dalam perjanjian dan tidak mempengaruhi undang-undang senjata domestik suatu negara, kata ACA.

Sumber : Sputnik News

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan