Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Bahlil Lahadalia

Bahlil Sebut Polusi di Jakarta Akibat PLTU Batu Bara



Berita Baru, Jakarta – Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, menyoroti fakta bahwa polusi udara di Jakarta merupakan salah satu yang terparah di dunia, dengan emisi dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara menjadi salah satu penyebabnya.

Dalam penutupan Orientasi Diponegoro Muda di Universitas Diponegoro, Semarang, Bahlil dengan tegas menyatakan perlunya perubahan menuju kendaraan listrik untuk mengurangi dampak polusi.

“Sekarang di Jakarta salah satu polusi udara terjelek di dunia karena PLTU batu bara kita,” ungkap Bahlil yang dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (21/8/2023).

Selain PLTU batu bara, Bahlil juga mengakui sumbangan emisi dari kendaraan bermotor. Oleh karena itu, ia mendorong agar semua pihak beralih ke kendaraan listrik (EV) untuk mengurangi dampak polusi.

Menurut Bahlil, perubahan menuju ekosistem energi dan industri hijau harus segera disiapkan oleh Indonesia.

“Ke depan, semua orang pakai mobil listrik. Oleh karena itu, mobil baterai listrik dan Indonesia kita dorong sebagai salah satu negara produsen ekosistem baterai (dan) mobil (listrik) terbesar di dunia,” tambahnya.

Namun, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, membantah bahwa PLTU di Banten menjadi penyebab utama polusi udara di Jakarta dan sekitarnya. Ia mengklaim bahwa grafis yang menunjukkan asap PLTU Banten mengarah ke Jakarta hanyalah simulasi. Ia menegaskan bahwa arah angin saat ini mengarah ke Selat Sunda sampai Oktober 2023 mendatang.

“Jadi, PLTU Banten arahnya ke Selat Sunda, bukan arah Jakarta,” tegas Ridwan Kamil.

Pemerintah juga mengambil langkah dalam menghadapi polusi udara ini. Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan, setelah rapat koordinasi dengan berbagai pihak, mengungkapkan bahwa penyebab polusi udara yang paling dominan berasal dari sektor transportasi. Ia juga mengungkapkan rencana untuk mewajibkan warga Jakarta dan sekitarnya untuk mengenakan masker, yang juga telah diterapkan pada tingkat aparat kepolisian.

“Jadi, apapun nanti diberikan pemerintah, semua harus kita turuti. Karena kalau tidak, kita korbannya. Jadi, sekarang harus kita wajibkan masker lagi, terutama teman-teman polisi, semua kemarin sudah harus pakai masker,” ungkap Luhut Binsar Panjaitan.