Anime Movie Tentang Lautan Yang Puitis dan Filosofis

Cuplikan anime Big Fish & Begonia, 2018 (Foto: Istimewa)

Berita Baru, Jakarta – Dalam kurun waktu 2018 hingga 2019 terdapat anime yang mengangkat latar lautan yang puitis dan filosofis yang layak ditonton sepanjang masa, yaitu Da Yu Hai Tang (Big Fish & Begonia, 2018) dan Kaijuu no Kodomo (Children of The Sea, 2019).

Dua analogi anime ini membawa beberapa teori evolusi yang pernah diungkapkan oleh para filsuf. Seperti yang dikatakan Anaximender, Aristoteles, dan Epicurus.  Dua anime movie ini memiliki perbedaan dari segi visual gambar dan produksi, di dalamnya menggabungkan ekspresi anime dengan fluiditas animasi Flash.

Terang dan mendetail serta menjulang di sayap premis yang tak terbatas, dua anime movie ini membawa kita dari daratan menuju lautan yang berkilauan ke dasar lautan yang lebih dalam lagi. Ketidakjelasan dunia bawah atau ketidaktahuan hukum alam yang tampaknya menyembunyikan segala jenis kekosongan. Tetapi hadir dengan pesona makhluk fantastis yang sangat beragam, terasa seolah-olah kita ikut ada di luar batas pemahaman, dan kita didorong untuk membuatnya dipahami.

Berita Terkait :  Game 'Shironeko Project' Akan Diadaptasi Menjadi Anime

Big Fish Begonia

Da Yu Hai Tang (Big Fish & Begonia, 2018) yang disutradarai oleh Zhang Chun dan Liang Xuan. Dengan pendekatan yang berasal dari China dan campuran dongeng Tiongkok kuno yang mirip Hieronymus Bosch, Big Fish & Begonia bercerita tentang pengorbanan dan penebusan tokoh Chun yang datang untuk berdamai dengan keterbatasan kekuatannya dan berurusan dengan kematian, cinta, dan emosinya sendiri di dunia paralel atau antara lautan dan manusia. Dia harus memutuskan apakah dia akan mengorbankan segalanya untuk menyelamatkan manusia atau meninggalkan kewajiban adat rasnya untuk tatanan dunia.

Children of The Sea

Sedangkan Kaijuu no Kodomo (Children of The Sea, 2019) merupakan film animasi Jepang tahun 2019 yang disutradarai oleh Ayumu Watanabe dan diproduksi oleh Eiko Tanaka, dengan produksi animasi oleh Studio 4 ° C. Film ini didasarkan pada manga dengan judul yang sama oleh Daisuke Igarashi, yang juga menulis skenario film tersebut.

Bercerita pada suatu liburan musim panas, Ruka bertemu dengan dua bocah lelaki, “Umi” dan “Sora,” Mereka memiliki rahasia-rahasia yang aneh dan indah. Tertarik pada cara berenang mereka yang indah, hampir seperti terbang, Ruka dan orang dewasa yang mengenal mereka saling terkait dalam jalinan yang rumit. Sementara itu, anomali yang tidak dapat dijelaskan sedang terjadi di seluruh dunia: ikan menghilang. Di sana dimulai petualangan laut anak laki-laki dan perempuan untuk memikat semua indera antara lautan dan kenyataan.

Berita Terkait :  Kesengsaraan Subaru Berlanjut di Anime Re : Zero Season 2
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan