Anggota Komisi VII DPR Dukung BPPT Produksi Alat Tes Cepat COVID-19

BPPT
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Golkar, Dyah Roro Esti. (Foto: @dyahroroesti).

Berita Baru, Jakarta – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendapat mandate dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi untuk menjadi koordinator percepatan pengembangan produk dalam negeri guna menangani covid-19. Di mana produk yang menjadi fokus utama adalah rapid diagnostic test (RDT) kit untuk Covid-19 yang di design khusus untuk warga Indonesia.

Menyikapi hal itu, Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Golkar, Diyah Roro Esti mendukung dan menilai langkah itu sangat tepat. Sebagai mitra kerja Kementrian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi, Dyah Roro mengapresiasi upaya pemerintah mencegah penyebaran Covid-19.

Rapid Test adalah salah satu langkah yang dapat di tempuh oleh sebuah negara dalam menangani Covid-19, selain dari menerapkan physical distancing. Tes massal ini dilakukan agar dapat mengisolasi (secara mandiri di rumah atau di RS) mereka yang terjangkit virus corona, dan mengetahui wilayah penyebaran terbanyak virus,” terangnya, sambil berharap penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir lagi.

Kepada Beritabaru.co, Rabu (01/4), Dyah Roro menginformasikan saat ini BPPT telah mengerahkan TFRIC19 (Task Force Riset dan Inovasi Reknologi) yang terdiri dari berbagai instansi, mulai dari lembaga negara, universitas, industri obat sampai rumah sakit dan star up.

Berita Terkait :  Menkeu Minta PT SMI Akselerasi Pembangunan

“Badan negara ada LIPI, Badan Litbang Kesehatan, Lembaga Biologi Molekular Eijkman, di tingkat perguruan tinggi ada ITB, UGM, UNAIR, UNHAN, UNPAD dan lainnya, serta pihak industri melibatkan PT Biofarma, PT Hepatika Mataram dan lain-lain, untuk rumah sakit ada FKUI-RSCM, RSUD Tangerang, dan lainnya, serta berbagai macam start-up untuk mengembangkat kit deteksi corona buatan lokal,” tambah Legislator muda Dapil Gresik-Lamongan itu.

Lebih lanjut, Dyah Roro mengapresiasi adanya peran ilmuwan dan produsen dalam produksi alat ini, apalagi berbasis multi-sektoral tersebut.

“Sangat kami dukung, dan akan terus kami monitor di Komisi VII DPR RI pada RDP yang akan dating,” pungkasnya. [Ad]

- Advertisement -

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan