Berita

 Network

 Partner

squid game

Ada Adegan “Squid Game” di Sinetron Indonesia, Pengamat: Mau Sampai Kapan?

Berita Baru, Entertainment – Nuansa “Squid Game” mendadak hadir dalam sinetron “Dari Jendela SMP” belum lama ini. Sinetron tersebut menampilkan adegan permainan game yang terlihat mirip dengan “Squid Game” dalam salah satu episodenya. Sontak, adegan ini menarik perhatian warganet di media sosial.

Pasalnya, sinetron yang tayang di SCTV ini menggunakan atribut seperti jaket warna hijau toska serupa dengan serial hit Netflix tersebut, disertai nomor peserta di dada. Terlihat juga sebuah layar yang menampilkan daftar foto dan angka peserta yang masih bertahan, sebagaimana dalam serial aslinya.

Rupanya, para pemain dalam sinetron ini tengah mengikuti Dolanan Game. Panitia permainan dalam serial ini juga mengenakan jubah hitam dengan garis-garis warna merah jambu, tak lupa topeng penutup wajah yang meski tak sama persis namun konsepnya serupa dengan “Squid Game.”

Berita Terkait :  5 Film Terbaik Song Kang-ho, Aktor Utama Film ‘Parasite’
Adaptasi “Squid Game” jadi “Dolanan Game”

Ini bukan pertama kalinya adaptasi drama Korea muncul dalam layar kaca televisi Indonesia. Ranny Rastati, Peneliti Pusat Riset Masyarakat dan Budaya Badan Riset dan Inovasi Nasional (PMB BRIN) memberi contoh, sinetron “Kau yang Berasal dari Bintang” merupakan remake dari serial Korea “My Love from the Star.” Tak hanya itu, sinetron “Malaikat Pelindung” pun memiliki alur ceritanya mirip dengan serial “Guardian: The Lonely and Great God” atau dikenal dengan “Goblin” yang dibintangi oleh Gong Yoo.

Berita Terkait :  BTS Ceritakan Rasa Grogi Saat Konser “PERMISSION TO DANCE ON STAGE – LA” 2021
squid game
Salah satu sinetron hasil adaptasi drama Korea (mncontent)

“Pola yang terjadi umumnya seperti ini, ketika sebuah series terkenal atau booming, maka industri hiburan tanah air turut dalam euforia dan membuat remake sesuai cita rasa lokal,” ujar Ranny saat dihubungi Beritabaru.co.

Menurutnya, yang juga menjadi masalah adalah ada atau tidaknya lisensi yang dimiliki oleh rumah produksi tersebut. Lebih lanjut, Ranny menyinggung mengenai kualitas adaptasi ala sinetron yang selama ini dilakukan oleh rumah produksi di Indonesia.

“Terlepas dari sudah adanya lisensi adaptasi cerita atau belum, remake drama Korea menjadi sinetron atau FTV adalah sesuatu yang memilukan bagi para penggemar. Dari yang sudah-sudah, kita tahu bahwa jalan cerita yang ditampilkan itu cenderung sama persis. Yang paling mengecewakan adalah kualitasnya sangat jauh dibandingkan dengan drama Korea yang asli,” tukas Ranny.

Berita Terkait :  Maitreyi Ramakrishnan Bergabung dalam Adaptasi “Pride and Prejudice”

Tak hanya kualitas akting, mutu sinematografi hingga kostum pun jadi catatan. Jika adaptasi yang dibuat lebih baik, barangkali akan membuat penonton menikmati tayangan tersebut. Sayangnya, hal itu tidak terjadi. Adaptasi yang diproduksi justru lekat dengan kontorversi dan dianggap plagiat.

Ranny juga mengungkapkan kritiknya dan mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sineas kreatif. “Mau sampai kapan industri kita mengadaptasi series yang sudah sukses? Mengapa tidak mencoba membuat tayangan orisinal dengan kualitas mumpuni? Padahal banyak sineas Indonesia yang memiliki kualifikasi dan kekreativitasan yang tinggi,” ungkapnya.

Sinetron “Dari Jendela SMP” telah tayang lebih dari 600 episode, dibintangi oleh Sandrinna Michelle, Reybong, Emiliano Cortizo, Kiesha Alvaro, Saskia Chadwick, dan lain-lain. Sinetron yang diproduksi oleh Sinemart ini telah tayang sejak 29 Juni 2020 dan diangkat dari novel karya Mira W. berjudul “Dari Jendela SMP.”