Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

The Adam Project
The Adam Project tampilkan kisah fiksi ilmiah dengan bintang-bintang beken, apakah ceritanya pun keren? (Netflix)

Review The Adam Project: Problem Keluarga Berbalut Penjelajahan Waktu

Berita Baru, Entertainment – Film petualangan fiksi ilmiah The Adam Project (2022) yang disutradarai oleh Shwan Levy telah tayang di layanan streaming Netflix sejak 11 Maret lalu.

Menampilkan nama besar seperti Ryan Reynolds, Mark Ruffalo, Jennifer Garner, Zoe Saldana, Catherine Keener dan Walker Scobell, The Adam Project secara garis besar mengisahkan perjalanan seorang pilot yang kembali ke masa lalu dan bertemu dengan dirinya versi lebih muda.

Simak sinopsis dan review The Adam Project berikut ini.

Sinopsis The Adam Project

The Adam Project dibuka dengan cerita Adam Reed (Ryan Reynolds), seorang pilot pesawat tempur yang telah hidup di tahun 2050 membawa pesawat jetnya dan melarikan diri ke tahun 2018. Namun ia justru nyasar di tahun 2022, membawanya bertemu pada sosok Adam versi usia 12 tahun (Walker Scobell).

Tahun itu bukan tahun yang mudah, karena di usia 12 tahun Adam baru saja kehilangan ayahnya, Louis (Mark Ruffalo), dalam sebuah kecelakaan mobil. Adam juga tengah menghadapi perundungan dan banyak terlibat pertengkaran dengan teman di sekolahnya.

The Adam Project
Di usia 12 tahun, Adam terlibat pertengkaran dan menjadi korban bully oleh teman-teman di sekolah. Ia juga mendapati masa sulit setelah ayahnya meninggal dunia dalam kecelakaan (Netflix)

Sebuah alasan memaksa Adam dewasa menemui Adam remaja dan meminta tolong padanya untuk membantu melakukan perjalanan waktu guna menyelamatkan Laura (Zoe Saldana), istrinya, yang tewas pada tahun 2018.

Kejutan demi kejutan didapatkan oleh Adam remaja saat bersama dengan versi dewasa dirinya. Ternyata, Louis berhasil menemukan cara untuk menjelajahi waktu di tahun 2018, tanpa sengaja. Ia bekerja sama dengan investor sekaligus kawannya, Sorian (Catherine Keener).

The Adam Project
Dalam misi perjalanan waktunya, Adam tak percaya dapat bertemu Laura, perempuan berharga yang menghidupkan ambisinya kembali ke masa lalu (Netflix)

Namun di tahun 2050, Sorian berubah menjadi sosok yang mendominasi dan ingin menguasai proyek perjalanan waktu, atau disebut Adam Project. Selain menemui Laura, Adam juga berencana meluruskan aliran waktu dan mencegah penjelajahan waktu. Untuk itu, ia harus meminta tolong ayahnya, sang fisikawan jenius.

Problemnya tak berhenti di situ. Adam dewasa memiliki masalah dengan Louis; sebuah problem yang tak bisa ia jelaskan. Akankah mereka mampu menyelesaikan hal-hal yang mengganjal diantara keduanya, dan menyukseskan misi Adam ditengah kejaran Sorian dan bala tentaranya?

Review The Adam Project

Bukan Ryan Reynolds jika tak tampil dengan lucu. Namun kali ini, karakter Adam Reed yang ia perankan adalah seorang pria dewasa yang sangat tegang. Syukurnya, Ryan berhasil menyuguhkan karakter Adam yang frustasi ingin melancarkan misinya untuk menghentikan penjelajahan waktu.

Begitu pula dengan Walker Scobell, yang tampil brilian sebagai Adam remaja. Ia tak sesinis Adam dewasa, dan dalam porsi tertentu mampu menjadi lebih jujur, sederhana, dan cenderung arif dalam menilai dan melihat sesuatu; hal yang dimiliki Adam dewasa.

The Adam Project
Adam dewasa, Adam remaja, dan Laura, dalam pelarian dari kejaran Sorian (Netflix)

The Adam Project rupanya tak hanya menawarkan petualangan seru dalam menjelajah waktu. Film ini memperkaya konflik dengan menambahkan beberapa unsur. Pertama, potret keserakahan dalam eksplorasi dunia saintis. Hal ini bisa dilakukan siapapun, termasuk investor, dalam hal ini Sorian, seorang pengusaha yang memanfaatkan kematian Louis untuk memonopoli proyek tersebut demi keuntungannya sendiri dan menciptakan masa depan di mana dia adalah sosok terkuat di dunia.

Dengan adanya perjalanan waktu, Sorian pun kembali ke masa lalu untuk membagi informasi dengan dirinya yang masih muda, memberikan bocoran saham agar kelak dapat menimbun kekayaan.

Kedua, film ini juga menitikberatkan pada father complex yang dialami Adam terhadap ayahnya, Louis. Rupanya, Adam dewasa yang kehilangan ayahnya terlalu dini merasa begitu sedih. Dalam sebuah adegan ia mengatakan, dirinya merasa tak terkoneksi dengan Louis karena ayahnya itu sibuk dengan pekerjaan.

Pada momen itulah, Adam remaja mengetahui apa yang Adam dewasa rasakan. “Menurutku, lebih mudah marah daripada sedih,” ujarnya. Ia mengingatkan versi dewasa dari dirinya itu bahwa dulu Louis juga menyempatkan waktu bermain dengan dirinya meski tengah malam.

The Adam Project
Kematian Louis menyisakan kejanggalan dari diri Adam dan keresahan yang ia alami ketika dewasa (Netflix)

Kesempatan Adam dewasa bertemu Louis di tahun 2022 membuatnya memiliki waktu sedikit lebih banyak untuk saling berbagi perasaan: hal yang tak pernah mereka lakukan namun sangat dibutuhkan oleh Adam di masa tumbuh dewasanya. Kalimat Louis di akhir film, “Don’t carry this anymore,” agaknya mengacu pada rasa sedih Adam yang kehilangan ayahnya di masa kanak-kanak.

Peran Mark Ruffalo dan Jennifer Garner sebagai suami istri turut menjadikan film ini istimewa karena mengajak kita nostalgia ke masa 13 Going on 30, saat keduanya berperan sebagai sepasang kekasih. Uniknya, film tersebut juga mengulas perjalanan waktu. Suatu hari, Jennifer yang berusia 13 tahun bangun pagi dan mendapati dirinya telah berusia 30 tahun.

Intinya sih, dari The Adam Project kita belajar, akan runyam jika semua orang mampu memanipulasi lini waktu, kembali ke masa lalu dan mengubahnya demi kepentingan masa depannya sendiri.

Saksikan cuplikan The Adam Project berikut ini.