70,7 Persen Lahan Sawit Belum Tersertifikasi ISPO

-

Beritabaru.co, Jakarta – Sekretariat Komisi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) hingga saat ini telah menerbitkan 498 sertifikat ISPO kepada pelaku usaha sawit nasional dengan luas lahan mencapai 4,1 juta Ha dari total 14,3 juta Ha lahan sawit.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 489 diserahkan kepada perusahaan, 5 koperasi petani swadaya, dan 4 KUD petani plasma.

“Sebenarnya sertifikat yang diserahkan sudah mencapai 502, namun 4 sertifikat untuk perusahaan seluas 12.186 Ha dibatalkan atau dicabut kembali. Jadi jumlah sertifikat ISPO saat ini tercatat sebanyak 498”. Kata Azis R. Hidayat, Kepala Sekretariat Komisi ISPO di Jakarta, Senin (22/7).

Berita Terkait :  Tangkal Kampanye Hitam Sawit, LHK Tegaskan Aksi Korektif Pemerintah

Dari lahan yang sudah tersertifikasi tersebut, lanjut dia, seluas 2,7 juta Ha merupakan lahan dengan Tanaman Menghasilkan (TM) yang memproduksi Tandan Buah Segar (TBS) 52,03 juta ton/tahun, kemudian menghasilkan CPO (crude palm oil) sebesar 11,5 juta ton/tahun. Ia menambahkan bahwa produktivitas TBS sebesar 18,87 ton/Ha/tahun, serta tingkat rendemen rata-rata 22,15 persen.

Berita Terkait :  99% Sekolah Penuhi Daftar Periksa PTM di Tengah Pandemi

Informasi yang dilansir Sekretariat Komisi ISPO tersebut menunjukkan bahwa lahan sawit yang tersertifikasi baru mencapai 29,30 persen.

Artinya masih terdapat 70,7 persen lahan sawit atau setara dengan 10,2 juta hektar yang belum mendapatkan sertifikat ISPO. [Ahmad/Chill]

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait :  Jakarta Dikepung Banjir, Anies Intruksikan Jajarannya Turun Tangan

TERBARU

Facebook Comments