60 Orang Terluka dalam Bentrok di New Delhi

(Foto : Riauboox.com)

Berita Baru, Internasional – Bentrokan antara mahasiswa dan polisi di India dalam sebuah aksi protes solidaritas di Jamia Millia Islamia di New Delhi, mengakibatkan 60 orang cedera.

Lebih dari 200 mahasiswa turun ke jalan untuk melakukan aksi, namun harus berhadapan dengan aparat polisi yang menghadang di gerbang universitas.  

Terprovikasi oleh tindakan polisi yang menerobos masuk, masa aksi kemudian melempar batu kearah polisi dan mengakibatkan bentrokan hebat. Empat bus transportasi umum dilaporkan terbakar dan beberapa rusak.

Protes berubah menjadi besar ketika berita tentang tindakan polisi di Jamia Millia Islamia di Delhi dan Universitas Muslim Alligarh di Aligarh, Uttar Pradesh menyebar.

Aksi Solidaritas

Mahasiswa dari beberapa universitas di seluruh India melakukan aksi solidaritas sebagai protes terhadap Undang-Undang Kewarganegaraan (Amandemen) yang akan memberikan kewarganegaraan kepada imigran ilegal dari enam agama minoritas, tidak termasuk Muslim.

Undang-Undang Kewarganegaraan (Amandemen) yang berlaku sejak minggu lalu memberikan kewarganegaraan kepada imigran ilegal dari enam agama minoritas–Hindu, Parsis, Jain, Kristen, Budha, dan Sikh–tetapi tidak untuk Muslim dari Afghanistan, Bangladesh, dan Pakistan, jika mereka tiba di India.

Aksi  terhadap undang-undang kewarganegaraan ini dipimpin oleh mahasiswa Darul Uloom Nadwatul Ulma (Nawda College).

Sementara, mahasiswa dari Universitas Jawaharlal Nehru (JNU) menyerukan protesnya sepanjang malam, pada hari Minggu di luar markas besar kepolisian di New Delhi. Mereka memprotes dugaan keterlibatan penegak hukum pada siswa Jamia Millia Islamia. Protes itu kemudian diikuti oleh mahasiswa dari universitas lain di Delhi dan aktivis politik.

Mahasiswa Institut Teknologi India di Mumbai barat dan Chennai selatan  juga melakukan aksi solidaritas dengan rekan-rekan mereka di Jamia Millia Islamia.

Mengenakan pita hitam dan mengibarkan bendera hitam, mahasiswa Universitas Urdu Nasional Maulana Azad di Hyderabad selatan juga melakukan aksi protes dengan mengangkat slogan-slogan berisi penentangan kepada pemerintah federal dan menuntut pembatalan undang-undang kewarganegaraan.

Tindikana kekerasan aparat juga terjadi di dekat Universitas Patna ketika demonstrasi menentang hukum kewarganegaraan berubah menjadi kekerasan dan massa membakar kendaraan.

Sementara itu, beberapa pengacara top mahkamah agung India menginginkan badan puncak untuk mengambil tindakan terhadap polisi atas tuduhan kekerasan terhadap mahasiswa Universitas Jamia Millia pada Minggu malam. Namun pengadilan ingin kerusuhan dihentikan sebelum mempertimbangkan masalah tersebut.

“Hanya karena mereka adalah siswa, itu tidak berarti mereka dapat mengambil hukum dan ketertiban di tangan mereka, ini harus diputuskan ketika segalanya sudah redaam.. Ini bukan kerangka pikiran ketika kita dapat memutuskan apa pun. Biarkan kerusuhan berhenti,” kata pimpinan Hakim Bobde.

Sumber : SputnikNews

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini