5 Generasi Baru Rapper Indonesia, Mana nih Favoritmu?

-

Berita Baru, Musik – Soal rapper Indonesia, Iwa K dan Saykoji jelas sudah khatam dibicarakan. Karya Saykoji yang iconic seperti “So What Gitu, Loh?” (2005), “Jomblo” (2006), dan “Online”(2009) pasti bakal masuk ke daftar lagu-lagu rap Indonesia yang bakal susah kamu lupakan. Liriknya begitu witty, lucu, tapi juga ngena. Sama dengan Iwa K, yang beken dengan lagu “Bebas”(1994).

Kini, kamu bisa mempercayakan masa depan musik rap Indonesia dengan hadirnya rapper-rapper brilian dengan kualitas nan apik. Siapa saja mereka?

Ramengvrl

Album Ramengvrl

Yo! Ramengvrl sudah debut sejak 2016 dengan lagunya, “I’m Dan Man.”Tiga tahun sebelumnya, rapper dengan nama asli Poetri Soeharto mulai mempublikasikan musik rap-nya lewat Soundcloud dengan akun bernama Putrisoezzz. Bisa dibilang, aplikasi satu ini memang ramah untuk digunakan penyanyi-penyanyi yang ingin memperkenalkan karyanya ke lebih banyak orang.

Lanjut, Ramengvrl bergabung ke UBC alias Underground Bizniz Club di tahun 2016 bersama rapper lain yaitu Matter Mos, Keilaniboi, dan GBrand. Di sanalah dia mulai aktif dan melahirkan lagu debutnya. Secara produktif, Ramengvrl mengeluarkan single-single dan sama booming-nya sampai ditonton oleh rapper mancanegara macam Cardi B.

Namanya juga bakal kamu temui di festival-festival musik di Indonesia seperti We The Fest dan Synchronize Fest. Menang penghargaan music? Sudah, dong. Diantaranya ia keluar sebagai pemenang kategori “Karya Produksi Rap/Hip-Hop Terbaik” di Anugerah Musik 2018. 

Saat ini, Ramengvrl sudah bergabung dengan label rekaman Juni Records, dan baru saja mengeluarkan album perdana bertajuk, “Can’t Speak English.” Hingga kini, bisa dibilang Ramengvrl adalah rapper perempuan paling populer kedua di Indonesia, setelah Yacko.

Yacko

Nama aslinya adalah Yani Oktaviana, dan jatuh hati dengan musik rap sejak berumur 13 tahun. Awalnya, Yacko mendengarkan rap dari radio. Hingga pada 1992, dirinya mulai mengikuti kontes rap dan bergabung dengan Pumpkin Rapper. Usia 16 tahun, Yacko sudah menandatangani kontrak pertama dan turut berpastisipasi dalam album “Pesta Rap 2”(1996). Ini mungkin yang disebut, rapper sejak dalam pikiran.

Setidaknya, Yacko sudah menelurkan 4 album, yaitu Fly High (2004), Refleksi (2005), Mendua (2008), dan The Experiment (2013). Kolaborasi yan gpernah dia lakukan antara lain dengan Iwa K pada lagu berjudul “Apa Seeh?!”

Sederet penghargaan atas karyanya pun sudah banyak diraih, nggak kaget kalau Yacko merupakan salah satu rapper yang paling disegani di Indonesia.

Salah satu karya Yacko yang banyak dibicarakan adalah ketika ia membuat lagu berjudul “Hands Off” yang merupakan bagian dari kampanye untuk melawan pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan. Karena di musik hip-hop yang ia tekuni, perempuan tak jarang menjadi objek yang direndahkan sehingga ia merasa perlu membuat semacam perlawanan atas hal tersebut. 

Joe Million

Bisa dibilang, mungkin sejauh ini, bahwa Jayawijaya Parulian Nababan atau Joe Million adlaah rapper idealis. Lirik-lirik rap-nya adalah keresahan yang kuat dan kritis. Joe lahir di Papua, namun tumbuh dan berkarya ketika ia berada di Bandung.

Perkenalannya dengan hip-hop dimulai ketika SD, melalui lagu “Mockingbird” punya Eminem. Namun itu tak langsung membuatya menyukai hip-hop, melainkan di Bandung, ketika belajar di perguruan tinggi, barulah ia mempelajari musik dan lirik hip-hop dengan arahan rapper Rand Slam, kawan baiknya. Keluarlah saat itu single pertamanya, “Hidup Cuma Sekali.”

Sampai sekarang, Joe sudah mengeluarkan beberapa lagu mixtape, satu EP, dan satu album penuh. Album pertamanya, Vulgar, dipilih menjadi album rap lokal terbaik di tahun 2016 oleh Morgue Vanguard, musisi Homicide serta Bars of Death.

Lagu-lagu populer Joe yang layak kamu kepoin antara lain, “Katarsis”, “It’s Alive”, “Persetanan”, dan “Hip Hoppers.” Tahun lalu, ia kembali berkarya lewat boxset “Bombardir!” yang dikeluarkannya setelah tur musik. Boxset ini berisi CD dengan 13 lagu, diantaranya “Tempa Bara”, Kartini”, “Bhineka Tunggal Hip Hop”, dan Warta Merta.  

A Nayaka

Ariel Nayaka alias A. Nayaka bukan hanya rapper, tapi juga produser dan penyanyi. Ia telah berduet dengan Dipha Barus, Ramengvrl, dan Matter Mos lewat lagu “DECIDE” yang mendapat penghargaan di Anugerah Musik Indonesia.

Nayaka sudah berteman baik dengan musik sejak kecil, mengingat orangtuanya gemar bermusik. Di tahun 2009, Nayaka sempat bergabung dengan grup musik metal, dan barulah menjajaki hip hop pada 2013.

Pada 2015, Nayaka mulai merilis single diantaranya “Die Rich” ft. Ben Utomo (2015), “Fuccboy” ft. Trip Trvp (2016), “What U Know” ft. Sihk (2016), lagunya yang beken berjudul “Hyperballin” ft. Ramengvrl (2017), “Lying to Myself”ft. Sihk (2018), “School” bareng Laze dan Emir Hermono (2018), serta “Ready for Love” dengan Vidi Aldiano dan Ralien Shah (2019). Wah, kolaborasi yang kece-kece, nih!

Tahun lalu, A. Nayaka resmi bergabung dengan Def Jam, bahkan menjadi musisi Indonesia pertama yang masuk dalam label rekaman hip hop asal Amerika yang merupakan milik Universal Music Group itu. Nama tenar macam Kanye West dan Justin Bieber juga berada di label rekaman yang sama, lho!

Sementara Oktober lalu, Nayaka merilis single terbaru berjudul “Waktu Tiba” yang mengingatkan pada kita pentingnya self-love. Kamu udah dengerin, belum?

Matter Mos

Di kancah rapper ibukota, nama Matter Mos sudah tidak asing. Rapper nyentrik satu ini sudah muncul dengan lagu atau gubahannya di Soundcloud sejak lama. Kalau kalian mengetik namanya di Youtube, kalian bakal temui lagu-lagu lamanya yang merupakan hasil kolaborasi dengan Joe Million atau Ramengvrl, semisal.

Namanya semakin dikenal ketika ia turut dalam kolaborasi lagu “DECIDE.” Kemampuan rap-nya juga bisa kamu ukur lewat lagu “Grind to Shine” yang merupakan kolaborasi antara dirinya, HerdiOflo, dan SinniKal One.

Selain itu, Matter Mos juga tampil dalam lagu “Summer Love” (2018) bersama Midnight Quickie yang meraih penghargaan sebagai Karya Produksi Dance/Elektronic Dance Terbaik 2019, “Jam Makan Siang” (2019) bersama Hindi, dan “Why??” (2019) bersama Rendy Pandugo.

Kok kolaborasi mulu? Albumnya mana?

Weits, tenang dong. Tahun 2020 ini di bawah naungan Pon Your Tone, Matter Mos berhasil merilis album bertajuk Isolated yang berisi 4 lagu yaitu “Stay Home Wiccu”, “Lock Down”, “Mama Nature”, dan “For the Soldier, from the Freelancer.” Yap, dari judulnya saja kita tahu, lagu-lagu dalam album ini cocok buat menemani kita yang sedang terisolasi di rumah akibat pandemi.

Sebelumnya, Matter Mos telah mengeluarkan single “Whoosah” (2019) bareng Candra Darusman dan Dipha Barus, “Brave” (2020), dan “WE GO UP” (2020). Baru-baru ini, Matter Mos juga berduet dengan Adikara Fardy dengan lagu bertajuk “Happy Guy” yang sudah bisa kamu dengarkan di platfrom digital. 

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments