Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

israel
(Foto: Uconn)

413 Warga Palestina Meninggal, Termasuk 78 Anak-Anak



Berita Baru, Jakarta – Konflik sengit antara Palestina dan Israel yang meletus sejak Sabtu (7/10/2023) telah banyak korban jiwa. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, setidaknya 413 warga Palestina tewas dalam konflik ini, termasuk 78 anak-anak, sementara lebih dari 2.300 lainnya mengalami luka-luka.

Di sisi lain, laporan dari AFP menyebutkan bahwa lebih dari 600 warga Israel telah meninggal dunia dalam konflik tersebut, dan setidaknya 100 orang disandera oleh kelompok Hamas.

Pemerintah Israel mengonfirmasi kabar tentang penculikan dan penyanderaan warga sipil dan tentaranya oleh Hamas di Jalur Gaza. Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, mengungkapkan bahwa beberapa warga dan tentara dibawa ke Jalur Gaza. Hagari juga mengakui bahwa ada tentara Israel yang tewas dalam pertempuran tersebut.

Namun, Hagari tidak memberikan rincian jumlah pasti mengenai jumlah warga yang disandera atau tentara yang tewas dalam konflik tersebut.

Konflik yang dipicu oleh serangan pasukan militan Palestina, Hamas, ini memaksa pemerintah Israel untuk secara resmi mengeluarkan pernyataan perang. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah bahwa Israel akan “melakukan balas dendam yang besar” atas serangan tersebut.

Menurut laporan dari kantor berita Israel, deklarasi perang Israel merujuk pada Pasal 40 UU Dasar Israel. Meskipun Israel tidak memiliki konstitusi tertulis, 13 UU Dasar yang ada memiliki fungsi serupa.

Pejabat tinggi angkatan pertahanan Israel yang bertanggung jawab atas wilayah Palestina mengungkapkan bahwa setelah serangan ini, Hamas telah “membuka gerbang neraka.”

Konflik ini juga berdampak besar pada sektor transportasi, dengan sejumlah maskapai besar menghentikan penerbangan ke Tel Aviv. Beberapa di antaranya adalah American Airlines, Air France, Lufthansa, Emirates, dan Ryanair. Meskipun begitu, maskapai milik Israel, El Al, tetap beroperasi di Tel Aviv dengan keberangkatan dari Terminal 3 di Bandara Ben Gurion.

Selain itu, sebelumnya, pemerintah Israel juga telah menghentikan pasokan listrik ke Jalur Gaza sebagai tanggapan atas serangan mendadak yang dilakukan oleh Hamas. Instruksi ini diberikan kepada perusahaan listrik milik negara tersebut.