Waspadai Ancaman Teror, Ribuan Peziarah dan Turis Tinggalkan Kashmir

Kashmir

Beritabaru.co, Internasional. – Ribuan orang, termasuk wisatawan dan peziarah Hindu, meninggalkan wilayah  Kashmir India, setelah pejabat setempat mengeluarkan peringatan keamanan.

Pemerintah India memperingatkan adanya ancaman teror tahunan yang didukung serangan militan Pakistan terhadap para peziarah Hindu yang menuju ke kuil Amarnath. Dilansir dari BBC, Minggu, (04/08).

Diduga, Pakistan mendukung kelompok-kelompok militan yang bermarkas di Kashmir, namun tuduhan India tersebut  dibantah oleh Pakistan.

Tradisi Ziarah 45 hari Hindu dimulai pada 1 Juli dan sekitar 300.000 peziarah telah mengunjungi kuil gua yang terletak tinggi di pegunungan Himalaya, menurut kantor berita AP India.

Pemerintah Kashmir telah memperingatkan kepada para pendatang dan peziarah agar sesegera meninggalkan daerah itu. Sehingga  menyebabkan kepanikan  pengunjung  untuk berebut transportasi.

Sekitar 20.000 peziarah Hindu dan turis India, serta lebih dari 200.000 pekerja, sedang dalam proses meninggalkan daerah itu, kata seorang pejabat pemerintah setempat kepada kantor berita Reuters.

“Demi kepentingan keselamatan dan keamanan para wisatawan dan para peziarah Amarnath Yatris, disarankan agar mereka segera meninggalkan segala aktivitas di lembah Kashmr,” Shaleen Kabra, sekretaris rumah Kashmir, mengatakan dalam sebuah wawancara.

Berita Terkait :  Bukan Hanya Wiranto, Berikut Aksi Penikaman ISIS di Dunia

Antisipasi keamanan juga dilakukan oleh pemerintah, termasuk pengerahan 10.000 pasukan tambahan, dilaksanakan oleh pemerintah India menjelang ziarah Hindu.

Telah lama India menuduh Pakistan mendanai militan bersenjata di Kashmir, wilayah persengketaan yang diklaim oleh kedua negara tersebut.

Peperangan antar beberapa negara telah terjadi sebanyak empat kali sejak berakhirnya pemerintahan Inggris pada tahun 1947, dan Kashmir, wilayah yang sebagian besar terletak di pegunungan Himalaya, telah menjadi faktor utama dalam konflik.

Penulis :Nafisa
Sumber  :BBC
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan