Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Tim PKM RSH FUTURA UAD Gelar Photovoice Exhibition, Angkat Isu Kesehatan Mental Sandwich Generation

Tim PKM RSH FUTURA UAD Gelar Photovoice Exhibition, Angkat Isu Kesehatan Mental Sandwich Generation



Berita Baru, Yogyakarta – Tim PKM RSH (Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial dan Humaniora) dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pameran Photovoice bertajuk “Suara Hati Sandwich Generation” di Kampus 1 UAD, pada Rabu, 26 Juni 2024. Pameran ini menyoroti kehidupan sehari-hari dari sandwich generation, generasi yang harus menghidupi kedua orang tua, dirinya sendiri, serta saudara atau generasi yang lebih muda.

Sandwich generation merupakan istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Dorothy A. Miller pada tahun 1981. Generasi ini sering kali menghadapi tekanan yang besar, membuat mereka rentan terhadap stres, burnout, hingga depresi. Mengingat bonus demografi yang juga berkembang di Yogyakarta, Tim PKM-RSH yang terdiri dari Kayla, Nurul, Asvi, dan Dita, di bawah bimbingan Dessy Pranungsari, melakukan penelitian untuk mencari solusi dalam mengurangi ide bunuh diri pada sandwich generation.

Penelitian ini menggunakan metode mixed method, yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Salah satu metode pengumpulan data yang digunakan adalah photovoice, sebuah metode partisipatoris yang menggabungkan fotografi dengan narasi. Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Caroline Wang dan Mary Ann Burris pada tahun 1997, dengan tujuan memberikan kesempatan bagi sandwich generation untuk mendokumentasikan dan berbagi pengalaman hidup mereka melalui foto-foto yang bermakna. Setiap foto dilengkapi dengan narasi pribadi yang menggambarkan tantangan, harapan, dan perjuangan mereka.

Pameran ini mendapat sambutan hangat dari pengunjung. Salsa, mahasiswa Psikologi UAD angkatan 2022, memberikan komentarnya, “Sempet baca-baca juga yaa, sebetulnya keren-keren banget nih sandwich generation. Jadi kadang banyak orang yang memandang kita lemah, tapi sumber kelemahan itu menjadi sumber kekuatan bagi mereka. Tadi banyak banget yang menyentuh hati karena di sini kita jadi tahu apa yang mereka rasakan, yang nggak bisa mereka utarakan, tapi mereka bisa membuat lewat tulisan dan foto yang berbicara mengenai kondisi mereka.”

Eka, mahasiswa Prodi Psikologi angkatan 2022, menambahkan, “Keren banget ya banyak antusias dari teman-teman. Jadi kita bisa tahu apa yang mereka tuliskan pada pameran tersebut. Ini sangat menarik, bisa jadi bahan pembelajaran bagi kita.”

Pameran ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tekanan dan tantangan yang dihadapi oleh sandwich generation. Melalui karya-karya ini, diharapkan publik dapat lebih empati dan mendukung mereka yang berada dalam situasi serupa, serta lebih waspada terhadap orang-orang di sekitar yang mungkin membutuhkan bantuan profesional.