Berita

 Network

 Partner

Teknologi Ini Prediksi Alzheimer dengan Akurasi Hampir 100 Persen
Doc. MSN

Teknologi Ini Prediksi Alzheimer dengan Akurasi Hampir 100 Persen

Berita Baru, Inovasi – Para peneliti dari Universitas Teknologi Kaunas, Lithuania telah mengembangkan algoritme yang menelusuri sejumlah besar data untuk memprediksi kemungkinan penderita Alzheimer.

Para peneliti mengembangkan metode “berbasis pembelajaran mendalam” untuk membantu pasien dengan penyakit yang dikenal karena merusak memori dan keterampilan berpikir tersebut.

Dilansir dari The Sun,  dengan metode tersebut para peneliti mengklaim dapat “memprediksi kemungkinan timbulnya penyakit Alzheimer dari gambar otak dengan akurasi lebih dari 99 persen.”

Hasil tersebut berdsarkan pengembangan dari analisis gambar MRI otak dari 138 orang. Mereka juga menganalisis gambar MRI “fungsional” secara manual – yang mengukur aktivitas otak dengan mendeteksi perubahan yang terkait dengan aliran darah.

Berita Terkait :  Greta Thunberg Terus Desak Pimpinan Dunia untuk Menangani Krisis Iklim

“Mencoba mengidentifikasi perubahan di otak yang terkait dengan Alzheimer tidak hanya membutuhkan pengetahuan khusus tetapi juga sangat memakan waktu.Tetapi menerapkan ‘pembelajaran mendalam’ dan metode Kecerdasan Buatan lainnya dapat mempercepat ini dengan kerangka waktu yang signifikan,” ungkap para ahli, dikutip Berita Baru, Selasa (7/9/21).

Salah satu peneliti Rytis Maskeliunas yang merupakan seorang profesor dalam penelitian tersebut mengatakan bahwa pihaknya tidak berani menyarankan bahwa seorang profesional medis “harus” mengandalkan algoritma apa pun seratus persen. Keterlibatan teknologi untuk menjalankan tugas mengolah data dalam penelitian tersebut juga sangat dibutuhkan salah satunya untuk menghemat waktu.

“Kami bekerja sama dengan institusi medis untuk mendapatkan lebih banyak data.”

Berita Terkait :  Transplantasi Sel Retina dari Donor yang Sudah Meninggal

Dia mengatakan algoritme dapat dikembangkan menjadi perangkat lunak, yang akan menganalisis data yang dikumpulkan dari kelompok rentan – mereka yang berusia di atas 65 tahun, orang dengan riwayat cedera otak, tekanan darah tinggi, dan penyakit lainnya.

Salah satu tanda pertama yang mungkin dari Alzheimer adalah gangguan kognitif ringan – yang merupakan tahap antara penurunan kognitif yang diharapkan dari penuaan normal dan demensia. Tahap awal ini sering tidak diketahui, tetapi dalam beberapa kasus dapat dideteksi dengan neuroimaging.

Dokter akan diberitahu tentang setiap anomali yang terdeteksi, terkait dengan onset dini Alzheimer. Ia menambahkan bahwa model tersebut juga dapat diintegrasikan dan digunakan untuk menganalisis parameter yang berbeda, misalnya, memantau gerakan mata, membaca wajah, atau menganalisis suara.

Berita Terkait :  Iran Kembali Menangkap Kapal Tanker Asing

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit Alzheimer adalah penyebab paling sering dari demensia, yang berkontribusi hingga 70 persen dari kasus demensia. Di seluruh dunia, sekitar 24 juta orang terkena dampaknya, dan jumlah ini diperkirakan akan berlipat ganda setiap 20 tahun.