Berita

 Network

 Partner

Taiwan: 19 Jet Militer China Terbang ke Zona Pertahanan Udara
(Foto: GETTY Images)

Taiwan: 19 Jet Militer China Terbang ke Zona Pertahanan Udara

Berita Baru, Internasional – Taiwan mengatakan serangan besar jet militer China terbang ke zona pertahanan udara pada hari Minggu (5/9).

Kementerian pertahanan mengatakan 19 pesawat termasuk pesawat tempur dan pembom berkemampuan nuklir memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ).

Selama lebih dari setahun, Taipei telah mengeluhkan misi berulang oleh angkatan udara China di dekat pulau itu.

Seperti dilansir dari BBC, China melihat Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri, sementara Taiwan melihat dirinya sebagai negara berdaulat yang demokratis.

Kementerian pertahanan Taiwan mengatakan misi hari Minggu oleh angkatan udara China melibatkan empat pembom H-6, yang dapat membawa senjata nuklir, serta sebuah pesawat anti-kapal selam.

Berita Terkait :  Barack Obama: Kekerasan di Myanmar Memilukan

Zona identifikasi pertahanan udara adalah suatu wilayah di luar wilayah suatu negara dan wilayah udara nasional tetapi keberadaan pesawat udara asing masih dapat diidentifikasi, dipantau, dan dikendalikan untuk kepentingan keamanan nasional.

Kementerian pertahanan merilis peta yang menunjukkan jalur penerbangan timur laut Pratas, lebih dekat ke pantai China daripada pantai Taiwan.

Sistem rudal dikerahkan dan pesawat tempur dikirim untuk memperingatkan pesawat-pesawat China, tambah kementerian itu.

Namun demikian, sampai saat ini China belum memebrikan komentar secara resmi.

Beijing sering meluncurkan misi semacam itu untuk mengungkapkan ketidaksenangan atas komentar yang dibuat oleh Taiwan.

Pada bulan Juni, ia mengirim 28 jet militer ke ADIZ – serangan terbesar yang dilaporkan oleh Taiwan hingga saat ini.

Berita Terkait :  Pesan Mohammad bin Salman di Hari Raya Idulfitri 1441 H

Pada 24 Januari, misi serupa juga terjadi dengan 15 pesawat memasuki zona pertahanan udara Taiwan sementara pada 12 April, Taiwan melaporkan 25 jet.

Tidak jelas apa yang mendorong misi terbaru. Namun, pekan lalu kementerian pertahanan Taiwan memperingatkan bahwa angkatan bersenjata China dapat “melumpuhkan” pertahanan Taiwan dan bahwa ancaman China semakin meningkat.