Berita

 Network

 Partner

Garuda Indonesia
Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza (kanan) saat menjadi narasumber BERCERITA 73: Menyelamatkan Nasib Garuda Indonesia, live Instagram, Rabu (17/11) malam. Foto: capture Youtube Beritabaru.co.

Sudah Ambruk Sejak 2020, Garuda Indonesia Perlu Skema Bisnis Baru

Berita Baru, Nasional – Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Faisol Riza menekankan pentingnya menyusun skema bisnis baru secara komprehensif guna menyelamatkan PT Garuda Indonesia.

Hal itu disampaikannya dalam gelar wicara Bercerita ke-73 melalui Instagram Beritabaru.co pada Rabu (17/11) dengan tema “Menyelamatkan Nasib Garuda Indonesia.”

Faisol mengungkapkan, masalah Garuda Indonesia sudah ada sejak sebelum pandemi.

“Garuda sudah parah sebelum memasuki 2020 karena kewajiban Garuda terhadap lessor terlalu tinggi dari kemampuan Garuda untuk create laba. Ini menyebabkan Garuda terus-menerus memiliki beban yang nggak pernah berhenti atau selesai,” terangnya.

Hantaman pandemi Covid-19 turut meluluhlantakkan industri penerbangan menjadi sektor yang terpuruk dan kehilangan pendapatan hingga 99%. Pada kuartal pertama tahun 2020, BPS mencatat adanya penurunan drastis penumpang penerbangan sebesar 98,3%.

Berita Terkait :  Presiden Minta BUMN dan BUMD Dampingi Korporasi Petani - Nelayan

Perusahaan tersebut juga disebut menderita rugi sebesar USD712 juta atau 10,34 triliun pada Semester I tahun lalu. Angka tersebut belum termasuk hutang perusahaan yang menyentuh angka USD9,75 miliar atau setara Rp138,45 triliun.

Fasiol pun setuju bahwa Garuda Indonesia sudah sekarat. Namun belum ada kepastian langkah untuk menghentikan kerja BUMN tersebut.

“Menutup BUMN tidak semudah yang kita bayangkan. Ada proses yang begitu panjang. Sekarang ini ada lebih dari 40 BUMN kondisinya sekarat,” ujarnya.

Sokongan pemerintah untuk Garuda

Setelah terdampak pandemi, pemerintah memutuskan memberikan pinjaman kepada Garuda Indonesia senilai 8 Triliun yang menurut Faisol cukup untuk memperpanjang umur maskapai penerbangan tersebut.

Restrukturisasi yang direncanakan guna mengangkat Garuda Indonesia dari jurang pailit pun sudah dilakukan. Faisol mengatakan, langkah-langkah restrukturisasi sudah berjalan dengan bagus.

Berita Terkait :  Presiden Berikan Arahan untuk Tingkatkan Ketangguhan Hadapi Bencana

Lebih dari itu Faisol menitikberatkan solusi yang urgen dilakukan Garuda Indonesia adalah untuk bernegosiasi dan menentukan skema bisnis baru.

“Yang penting bagaimana lessor bisa dikurangi,” imbuhnya.

Negosiasi lancar bersama lessor dan kenaikan penerbangan pasca-pandemi merupakan peluang yang dilihat Faisol dapat menjadi harapan hidup bagi Garuda Indonesia

Skema “New Garuda”

Dalam acara tanya-jawab tersebut, Faisol memberikan pandangannya mengenai apa yang perlu dinomorsatukan oleh Garuda Indonesia.

“Paling penting ke depan, Garuda punya skema yang selalu saya sebut ‘New Garuda.’ Apa yang mau dilakukan dengan Perusahaan Garuda, jangan dibiarkan bertele-tele, kita tidak mau nasibnya seperti Merpati,” tandasnya.

Ia menganggap, menyelamatkan Garuda Indonesia bukan langkah yang sulit karena pemerintah telah memiliki instrumen untuk melakukan pertolongan. Masalahnya, apakah pemerintah sudah menyusun dan yakin dengan skema bisnis yang baru?

Berita Terkait :  Business Matching di Selandia Baru Catat Potensi Transaksi USD 70,03 Juta

“Garuda dengan skema business to business masih bisa berjalan dengan kondisi tidak sesehat sebelumya tapi tetap bisa optimis,” ujar Faisol.

Lagi-lagi dirinya menekankan, perlu keyakinan dari semua pihak dalam menentukan arah bisnis Garuda Indonesia.