Soal Rencana Pembunuhan Iran, Trump akan Membalas ‘1.000 Kali Lebih Besar’

Berita Baru, Internasional – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat pernyataan yang mengejutkan bahwa setiap serangan Iran kepada AS akan dibalas dengan 1.000 kali lebih besar. Pernyataan tersebut datang setelah sebelumnya muncul laporan bahwa Iran tengah merencanakan pembunuhan atas kematian Jenderal Qassem Soleimani dalam serangan targer AS pada bulan Januari.

Dalam laporan yang diterbitkan oleh Politico pada Minggu (13/9), mengatakan bahwa target sasaran Iran adalah Lana Marks, duta besar AS untuk Afrika Selatan.

Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menepis tuduhan tersebut dan mendesak para pejabat AS agar berhenti menggunakan cara lama untuk kamanye propaganda anti Iran di anera Internasional.

Seperti dilansir dari Sputnik News, Khatibzadeh menyebut tuduhan tersebut sebagai bagian dari kampanye kontra-intelijen pemerintahan Trump melawan Iran dan mengecam laporan Politico.

“Dapat diprediksi, bahwa Washington akan menggunakan tuduhan dan pemalsuan anti-Iran menjelang pemilihan presiden AS, ditambah dengan tekanan rezim (Amerika) untuk menyalahgunakan mekanisme Dewan Keamanan PBB dengan tujuan untuk mengintensifkan tekanan pada rakyat Iran,” terang Khatibzadeh.

Berita Terkait :  Drama Pemakzulan Trump Dimulai Hari Ini

“Sebaliknya, Amerika Serikat dan rezim petahana di Gedung Putih-lah yang telah mengabaikan prinsip-prinsip dasar diplomatik dan telah menjadi rezim yang nakal di arena internasional, mendalangi dan melaksanakan puluhan plot pembunuhan, penarikan diri dari banyak perjanjian internasional, melanggar integritas teritorial bangsa, dan pembunuhan pengecut Jenderal Qassem Soleimani, komandan terhormat perang melawan terorisme,” tambah Khatibzadeh.

Soleimani tewas dalam target serangan drone AS di Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari. Washington membenarkannya dengan mengatakan bahwa Soleimani telah merencanakan sebuah penyerangan terhadap personel AS di kawasan itu dan dengan melenyapkannya, mereka telah menyelamatkan banyak nyawa.

Washington, bagaimanapun, gagal memberikan bukti apapun tentang dugaan rencana serangan tersebut. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengatakan bahwa AS tidak memiliki informasi tentang tanggal dan tempat dugaan serangan.

Sebagai pembalasan atas komandan utamanya, Iran melakukan serangan rudal yang mengenai Pangkalan Udara Ayn al-Asad AS di Irak barat dan fasilitas Amerika di Erbil. Tidak ada personel AS yang terluka dalam serangan itu, kata Gedung Putih.

Berita Terkait :  Riset Terbaru: Virus Corona Terdeteksi Pada Partikel Polusi Udara

Soleimani adalah tokoh yang sangat dihormati di Iran, dipuji karena memerangi kelompok teroris di wilayah konflik dan dianggap sebagai “arsitek” infrastruktur keamanan Iran.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan