Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Siap-siap! Pemkab Pamekasan Akan Latih 3500 Pengusaha Muda Baru

Siap-siap! Pemkab Pamekasan Akan Latih 3500 Pengusaha Muda Baru

Berita Baru, Pamekasan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan Jawa Timur akan melatih sebanyak 3500 pemuda untuk dilatih sebagai pengusaha baru melalui pelatihan wira usaha baru (WUB).

Peserta sebanyak itu akan dilatih pada tahun anggaran 2022, rencana itu dilakukan untuk memenuhi target keseluruhan yang diharapkan bisa tercapai selama 5 tahun kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam.

Taufiqurrahman, selaku Koordinator Fasilitator WUB menerangkan, program yang sering disebut sapu tangan biru merupakan program yang menginginkan terciptanya sepuluh ribu wira usaha baru.

“Sementara sejauh ini masih belum mencapai 50 persen dari target yang diinginkan bupati,” katanya, Sabtu (29/1).

Taufiq menambahkan, pengusaha baru hasil WUB sudah mencapai 3000 orang yang tersebar di 13 Kecamatan, sementara untuk tahun ini lebih banyah atau ada penambahan dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kami menargetkan 60 persen dari total keseluruhan target yang diingkan bupati bisa tercapai. Sehingga kami meningkatkan target peserta untuk tahun ini,” tambahnya.

Rencana tersebut sudah dibicarakan di tatanan Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Ketenaga kerjaan (DPMPTS dan Naker). Namun hingga saat ini belum ada kejelasan dari dinas mengenai hal tersebut.

“Tetapi pada saat membicarakan hal itu pak kadis (Kepala DPMPTSP dan Naker : red) mengiyakan, sampai saat ini saya menunggu keputusan kadis,” kata Taufiq.

Untuk pelatihan WUB tahun 2022 ini ada perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya, baik dari jenis pelatihan dan juga model pelatihan.

“Ini kan sudah masuk pertengahan tahun kepemimpinan bupati, khawatir nanti tidak mencapai target keseluruhan sehingga untuk tahun ini kita memilih meningkatkan target peserta yang akan dilatih,” imbuhnya.

Bahkan mantan Aktivis PMII Pamekasan itu berencana akan melakukan bekerja sama dengan beberapa pihak termasuk organisasi masyarakat, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan juga pondok pesantren. Cara tersebut diakui belum ia lakukan selama program pelatihan ini berjalan.

“Tahun ini kita akan kerjasamakan dengan beberapa pelaku usaha di bawah seperti BUMDes misalnya, selama ini tidak kerjasama, hanya saja pasca pelatihan kita pasrahkan ke BUMDes itupun bagi yang siap bekerja sama dengan kita,” pungkas Taufiq.