Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Ekonomi Global
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kiri) dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kanan) di KTT G20 Osaka

Sengketa Perdagangan Jepang-Korsel Ancam Stabilitas Ekonomi Global

Beritabaru.co, Internasional. – Perselisihan antara Jepang dan Korea Selatan (Korsel), menurut pakar ekonomomi global berada di proposisi ‘kalah-kalah’ serta dapat memperparah gejolak ekonomi global–karena terjadi di tengah perang perdagangan yang sedang berlangsung AS dan rival-rivalnya.

Tokyo dan Seoul telah lama memiliki perselisihan politik yang bermula sejak  Perang Dunia kedua. Perselisihan antar negara tetangga tersebut tumpah ke arena ekonomi, ketika Jepang awal bulan ini membatasi ekspor bahan-bahan teknologi  ke Korea Selatan, dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional.

Jepang dan Korsel adalah eksportir besar produk-produk tampilan smartphone. Pertarungan perdagangan yang meningkat antara keduanya bisa menjadi berita buruk bagi industri teknologi global, dan konsumen mungkin akhirnya harus membayar lebih untuk produk.

“Perkembangan berita mengenai Jepang dan Korea Selatan yang kita lihat sekarang ini mengganggu dan tidak membantu ekonomi global. Untuk memulainya, kita sudah memiliki banyak hal seputar perang dagang antara AS dan seluruh dunia,” kata Taimur Baig, kepala ekonom di DBS Group Research pada wawancara CNBC pada hari Selasa (16/7).

Baig bukan satu-satunya yang telah memperingatkan tentang potensi gangguan pada pasokan teknologi. Troy Stangarone, direktur senior di lembaga think tank Korea Economic Institute of America, mengatakan harga semikonduktor dapat naik jika produsen Korea Selatan memangkas produksi sebagai akibat dari pembatasan perdagangan Jepang. Bahwa biaya yang lebih tinggi dapat dibebankan kepada konsumen.

Analis lain mengatakan, perusahaan yang terkena dampak akan menemukan cara untuk mengatasi langkah-langkah yang diberlakukan oleh Jepang.

Jesper Koll, penasihat senior di WisdomTree Investments  mengatakan kepada CNBC pekan lalu bahwa nilai total produk yang dipengaruhi oleh pembatasan Jepang kurang dari $ 450 juta. Kemudian perusahaan Cina berpotensi melangkah untuk mengisi kekurangan pasokan komponen teknologi.

“Pada saat Amerika Serikat telah menaruh kekhawatiran tentang perusahaan teknologi yang berbasis di Cina, perselisihan Jepang-Korea menciptakan ruang di pasar bagi perusahaan yang didukung oleh negara (Cina) untuk menjadikan diri mereka sebagai pemain potensial,” katanya kepada CNBC dalam email.

” Meskipun mereka belum setinggi pembuat chip seperti Samsung atau Micron, perusahaan-perusahaan ini memiliki kesempatan untuk mengganti pasokan jika ada gangguan pasar,” tambahnya.

Baig sendiri kurang optimis tentang potensi China untuk menggantikan Jepang sebagai pemasok utama ke Korea Selatan. Dia menjelaskan bahwa ada alasan mengapa Jepang memiliki keunggulan kompetitif untuk memasok bahan-bahan itu, dan Cina mungkin kesulitan untuk mereplikasinya.

Penulis : Nafisa Fiana
Sumber : cnbc