Berita

 Network

 Partner

Sapa Tani, Solusi Pemkab Gresik Tingkatkan Produktivitas Tanaman Pangan

Sapa Tani, Solusi Pemkab Gresik Tingkatkan Produktivitas Tanaman Pangan

Berita Baru, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pertanian terus menunjukkan semangat geliatnya dalam meningkatkan produktifitas pangan di Kota Santri. Beragam kegiatan dan inovasi dilakukan guna menghadirkan semangat baru bagi para petani di desa-desa. Salah satunya adalah membuat program kegiatan “Sapa Petani” yang secara perdana dilakukan di Desa Setro, Kecamatan Menganti.

Program ini dimaksudkan selain untuk memberikan penyuluhan kepada Petani, juga sebagai sarana silaturahmi pemerintah daerah dengan masyarakat kelompok tani yang ada di desa-desa tiap kecamatan. Adapun topik pembahasan pada kegiatan ini adalah pengendalian wabah hama tikus yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman pangan. Oleh karena itu, diperlukan metode pengendalian yang efektif.

Pada kegiatan sapa petani kali ini, tim penyuluh dari Dinas Pertanian memberikan penyuluhan metode preventif untuk hama Tikus yang ada di lahan pertanian, diantaranya adalah dengan larutan urea, pemasangan umpan beracun, pengasapan dengan belerang, pengendalian dengan pertalite/pertamax, fermentasi urin sapi dan pemanfaatan Burung Hantu. 

Berita Terkait :  Pasien Sembuh Covid-19 Gresik Lampaui Angka Kematian

Disamping penyuluhan metode pengendalian hama tikus, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir pada kegiatan tersebut memberikan sesi khusus untuk berbincang dengan petani Desa Setro. 

Suasana hangat dan penuh tawa nampak saat bupati termuda di Gresik tiba, kesempatan ini tidak disia-siakan petani Desa Setro untuk menyampaikan uneg-uneg secara langsung kepada Bupati Gus Yani.

“Kunjungan kami kali ini dalam rangka untuk mengetahui apa masalah pertanian di Gresik. Oleh karena itu, saya mengajak dari rekan rekan petrokimia sebagai distributor pupuk dan bank BNI,” kata Bupati Gus Yani, Selasa (21/09) 

Beberapa masalah pun disampaikan para petani, diantaranya harga jual komoditi ketika panen, masalah lahan ketersediaan pupuk, hingga infrastruktur. 

Berita Terkait :  Lawan Covid-19, Kajari Blora Imbau Warga Waspada dan Taati Aturan

“Kita petakan, daerah A ini tanahnya subur. Jadi jangan dipakai untuk pengembangan industrialisasi atau pemukiman. Sehingga jangan sampai industrialisasi menggerus lahan pertanian,” tandas Bupati Gus Yani.

Bupati Gus Yani juga berkeinginan agar terbentuk ekosistem yang baik dari hulu ke hilir, terkoneksi dengan baik sehingga akan menguntungkan semua pihak. Sebagai tindak lanjut, Desa Setro direncanakan akan menjadi pilot project dibidang pertanian. 

“Secara keseluruhan, kita sudah menangkap apa permasalahan petani di Setro. Kedepan kita akan mencoba membuat satu ekosistem pertanian, mulai dari pendampingan waktu tanam hingga waktu panen. Nanti akan disiapkan, yang beli siapa, yang menyediakan pupuk siapa, dananya dari bank,” tutup Bupati Gus Yani. 

Berita Terkait :  Kepala Desa Gredek Turun Langsung Lakukan Pemeriksaan Suhu Badan

Kegiatan ‘Sapa Petani’ ini merupakan program berkesinambungan dari Dinas Pertanian Gresik. Dalam kegiatan ini, tampak hadir mendampingi Gus Yani Kadis Pertanian Eko Anindito, Kades Setro Ahmad Syaiful, Ketua Asosiasi Gapoktan se-Kecamatan Menganti Muhaimin, dan Ketua Gapoktan Setro Sholihin.

Sekadar informasi, Kabupaten Gresik pekan lalu menerima penghargaan bidang pertanian tahun 2021 kategori peningkatan produktivitas provinsi dan kabupaten tertinggi tahun 2019/2020. Penghargaan secara langsung diserahkan oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.