Rencana Insinerator Memicu Kerusuhan Massa di Wuhan

-

Beritabaru.co, Internasional– Setelah ramai dengan aksi di Hong Kong yang menggugat RUU Ekstradisi, kali ini perhatian dunia dialihkan pada aksi besar-besaran masyarakat Cina. Ribuan warga di Wuhan, ibu kota provinsi Hubei tengah, turun ke jalan minggu lalu selama beberapa hari.

Dilansir dari BBC, Selasa (09/07/2019), kemarahan warga Wuhan terkait rencana pembangunan pabrik pembakaran limbah. Pabrik tersebut disinyalir akan membawa tingkat polusi berbahaya di kota Wuhan.

Mengapa mereka begitu marah?

Selain limbah pabrik, Wuhan sendiri perlu menemukan cara untuk menangani limbah yang dihasilkan oleh 10 juta penduduknya. Oleh karenanya aksi tersebut direncanakan untuk menyampaikan kondisi ekologis masyarakat Cina yang semakin krodit oleh limbah pabrik. Aksi ini berbasis di zona Yangluo di distrik Xinzhou, tempat sekitar 300.000 orang tinggal.

Berita Terkait :  CIA Menuduh China Menekan WHO untuk Menunda Peringatan PHEIC

Menurut dokumen pemerintah kota yang diterbitkan pada bulan Februari, insinerator akan memiliki kapasitas 2.000 ton sampah setiap hari.

Berita Terkait :  Diduga Membongkar Dokumen Rahasia Negara, Jurnalis Australia Ditahan China

Ada  kekhawatiran publik saol insinerator yang dibuat dengan buruk akan dapat mengeluarkan dioksin yang sangat beracun dan dapat merusak sistem kekebalan tubuh, mengganggu hormon dan menyebabkan kanker. Pada 2013 lima pabrik dibawah standar di kota Wuhan ditemukan mengeluarkan polutan berbahaya, menurut penyiar negara CCTV Cina.

Pada akhir Juni, desas-desus mulai menyebar bahwa aktifitas bekrja sudah dimulai di pabrik baru, di sebidang tanah di Yangluo yang ditunjuk sebagai taman industri, dekat dengan tempat tinggal dan dua sekolah.

Penduduk setempat turun ke jalan selama beberapa hari, menuntut agar lokasi itu dipikirkan kembali. Mereka memegang spanduk dengan slogan-slogan seperti “polusi udara akan merusak generasi berikutnya” dan “kami tidak ingin diracuni, kami hanya perlu menghirup udara segar”. Mereka tidak menuntut itu dihapuskan sepenuhnya, hanya saja itu dipindahkan lebih jauh.

Berita Terkait :  Filipina Konfirmasi Kasus Kematian Pertama Virus Corona di Luar China
Berita Terkait :  Operasi Militer Niger-Perancis Tewaskan 120 Teroris

Bagaimana tanggapan pemerintah?

Pada awalnya pemerintah kabupaten Xinzhou berusaha menenangkan kerusuhan. Ia menyangkal bahwa pekerjaan telah dimulai pada insinerator. Bahkan proyek itu bahkan belum didaftarkan, juga belum melalui penilaian lingkungan.

Mereka mengatakan pemerintah lokal akan sangat mementingkan suara rakyat dalam pengambilan keputusannya. Pemerintah juga terus memperingatkan kepada badan keamanan untuk menjaga berjalannya ksi tersebut agar tidak terjadi tindakan kriminal yang di khawatirkan terdapat juga hasutan yang bersifat provokatif.

Masyarakat setempat mengatakan mereka tidak puas dengan jaminan pemerintah lokal, karena itu adalah otoritas kota yang memiliki keputusan akhir.

Aksi unjuk rasan dan protes sering terjadi di Cina. Tiongkok sering terlihat melakukan protes publik seperti ini, tetapi sebagian besar dalam skala yang jauh lebih kecil.

Penulis : Nafisa Fiana
Sumber: BBC
Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments