Ramadan Keenam: dari #TanggaRuhani al-Wara’ hingga al-Raja’

-

Berita Baru, Ramadan – Pada puasa keenam, utas sufi Oman Fathurahman sampai pada #TanggaRuhani ke-17, yakni al-Wara’ (berhati-hati). Istilah ini Oman memahaminya sebagai upaya untuk menjauhi hal-hal yang tidak berfaedah, meliputi ucapan, perbuatan, dan bahkan pikiran.

Pikiran dimasukkan di dalamnya sebab segala bentuk ucapan dan perbuatan kita seringnya bergantung pada pikiran. Ketika pikiran kita suka pada hal-hal bermanfaat, maka ucapan dan perbuatan mengikutinya.

“Jadi al-Wara’ bisa kita bahasakan sebagai usaha supaya kita jauh dari hal yang berpotensi menimbulkan dosa dan dosa ini bisa kita pahami sebagai apa pun yang tidak bermanfaat. Nabi pernah bilang: di antara ciri keislaman yang baik adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat,” jelas Oman melalui pernyataan tertulis pada Minggu (18/4).

Pada hari yang sama, di luar al-Wara’, Oman juga menyampaikan #TanggaRuhani ke-18 al-Tabattul (pemisahan) dan ke-19 al-Raja’ (berharap). Pertama, Oman menjelaskan, berhubungan dengan al-Zuhd, yakni bagaimana kita penting untuk memisahkan antara hati dan segala urusan dunia.

Ketika beribadah misalnya, maka al-Tabattul bisa memudahkan kita agar fokus pada Tuhan dan—sementara—meminggirkan ihwal dunia, ihwal jabatan, dan sebagainya. Di level tertentu, al-Tabattul bisa berfungsi secara otomatis dalam diri seseorang.

Kedua, lanjut Oman, merujuk pada tindakan untuk berbaik sangka, kebaikan akan datang menyapa dan optimis Tuhan pasti mengabulkan doa-doa kita dengan cara-Nya yang khas.

Kebanyakan kita kerap bingung antara al-Raja’ dan al-Tamanni. Keduanya berbeda, tegas Oman. Al-Raja’ itu harapan yang diimbangi dengan usaha, sedangkan al-Tamanni lebih pada harapan palsu sebab tidak dilengkapi usaha.

“Ketika kita berharap dan kemudian berpangku tangan, maka itu bukan al-Raja’, tetapi al-Tamanni. Jadi, perbedaannya jelas kan,” kata Oman.  

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments