Protes di Hong Kong Tak Sebabkan ‘Pergerakan Uang Besar’ ke Singapura

di Hong Kong
Piyush Gupta (connectedtoindia)

Beritabaru.co, Internasional. – Demonstrasi besar beberapa pekan terakhir di Hong Kong telah menyulut kekhawatiran. Pasalnya ada beberapa laporan yang menyebut bahwa orang-orang kaya telah mulai memindahkan dana ke Singapura.

Singapura dan Hong Kong memang sering dipandang sebagai pesaing untuk mendapatkan gelar pusat keuangan utama Asia.

Merespon kekhawatiran ‘perpindahan uang besar’ dari Hong Kong ke Singapura, Piyush Gupta, Kepala Eksekutif Bank Singapura DBS, membantah hal tersebut dan mengatakan aliran dana yang masuk (ke Singapura) masih terjadi pada batasnya.

“Kami tentu tidak melihat pergerakan besar uang dari Hong Kong ke Singapura pada saat ini. Dalam pengalaman saya, perubahan besar ini tidak terjadi kecuali ada perubahan rezim besar-besaran yang kami tidak perkirakan terjadi di Hong Kong,” kata Gupta kepada pewarta dari CNBC, Senin (29/7).

“Hong Kong adalah pusat keuangan yang sangat kredibel dan layak, sehingga pada saat ini saya pikir jika semua fokus pada Singapura yang diuntungkan dengan aksi (demonstran) di Hong Kong mungkin berlebihan,” tambahnya.

Berita Terkait :  Mantan Perbankan China: Hong Kong Akan Tetap Menjadi Gerbang Keuangan China Ke Dunia

Demonstrasi Hong Kong menolak RUU Ekstradisi telah berlangsung delapan minggu lalu. Sejak itu protes berubah menjadi gerakan demokrasi penuh dan mendorong otonomi (Hongkong) dari Beijing.

Bank-bank Singapura termasuk DBS dalam beberapa tahun terakhir telah memperluas bisnis mereka di Hong Kong. Dalam laporan pendapatan terbaru DBS pada hari Senin (29/07), Hong Kong menyumbang sekitar 24% dari laba bersih bank untuk kuartal April hingga Juni tahun ini.

Gupta mengatakan aksi protes di Hong Kong tidak berdampak di banknya, tetapi setiap ada gerakan politik yang berkepanjangan dapat mengurangi kepercayaan konsumen dan bisnis yang akan menjadi berita buruk bagi bank.

Bank DBS melaporkan pendapatan terbaru melebihi ekspektasi analis. Laba bersih untuk kuartal kedua melonjak 17% dari tahun lalu, sehingga menjadi 1,6 miliar dolar Singapura ($ 1,2 miliar), dibantu oleh kenaikan suku bunga di Singapura dan Hong Kong.

Sejalan dengan Federal Reserve (The Fed) AS yang diperkirakan akan memangkas suku bunga minggu ini, Gupta mengatakan margin bunga bersih bank diperkirakan akan sedikit lebih rendah dalam beberapa bulan mendatang.

 Penulis : Nafisa Fiana
 Sumber  : CNBC
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan