Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Pontianak Darurat Udara Hitam: Karhutla Jadi Penyebab Utama
Kualitas udara di Pontianak (Foto: Kompas)

Pontianak Darurat Udara Hitam: Karhutla Jadi Penyebab Utama



Berita Baru, Jakarta – Kota Pontianak, Kalimantan Barat, berada dalam kondisi darurat udara hitam akibat kualitas udara yang tercemar. Keadaan ini diduga merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah menyebabkan peningkatan kadar partikel PM2,5 secara signifikan.

Data dari Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa Pontianak saat ini menjadi satu-satunya wilayah di Indonesia yang mendapat kategori berbahaya.

Kualitas udara di Pontianak mencapai status berbahaya, ditandai dengan warna hitam pada ISPU. PM2,5, salah satu unsur kualitas udara yang memiliki dampak kesehatan serius, mencapai nilai 302, membuat Pontianak berada dalam kategori hitam. Otoritas berupaya memantau dan mengatasi situasi ini, namun ada kekhawatiran mengenai dampak kesehatan masyarakat dan lingkungan.

“Partikel PM2,5 dapat memiliki efek serius terhadap kesehatan manusia, terutama sistem pernapasan. Masyarakat di Pontianak perlu mengambil tindakan pencegahan seperti mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk melindungi diri dari dampak buruk kualitas udara ini,” ujar Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Kementerian Kesehatan.

Dampak buruk kualitas udara juga memicu keprihatinan akan kesehatan lingkungan di Kalimantan Barat. Profesor Lingkungan Hidup Universitas Indonesia, Hadi Sasrawan, menyatakan, “Karhutla dapat menyebabkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem dan biodiversitas regional. Upaya pencegahan dan penanganan karhutla perlu ditingkatkan secara kolektif untuk menjaga keseimbangan lingkungan.”

Pemerintah dan berbagai instansi terkait berupaya menangani karhutla dan meminimalkan dampaknya. Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, menjelaskan bahwa upaya pencegahan karhutla tengah dilakukan oleh pihak berwenang dengan melibatkan TNI/Polri dan BPBD. Namun, kendala pasokan air menjadi tantangan serius dalam memadamkan api.

“Kami berusaha keras untuk meredam api yang merajalela, tetapi minimnya pasokan air menjadi hambatan utama,” ungkap Sutarmidji.

Dalam situasi ini, masyarakat di Pontianak juga diminta untuk berperan aktif dalam pencegahan karhutla. Syarif Usmulyono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, mengimbau, “Kami mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dan menghindari aktivitas di luar ruangan, terutama pada sore hari. Penggunaan masker juga dianjurkan sebagai tindakan pencegahan.”