Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Pimpin Doa, Tangis Ayatollah Ali Khamaeni Pecah
(Foto : The Guardian)

Pimpin Doa, Tangis Ayatollah Ali Khamaeni Pecah

Berita Baru, Internasional – Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamaeni, menangis saat memimpin prosesi pemakaman Qassem Soleimani, jenderal kuat yang terbunuh oleh serangan pesawat tak berawak AS, di Baghdad, pada hari Jumat.

Suara Khamenei pecah dengan emosi dan tangis ketika dia membacakan doa di atas peti mati komandan pasukan Quds pengawal revolusi itu.

Dilansir dari The Guardian, Senin (06/01), jalanan diblokir dari aktifitas lalu lintas karena dipadati oleh ratusan ribu pelayat di sekitar Universitas Tehran sebelum prosesi menuju Lapangan Azadi pada Senin pagi waktu setempat.

Media pemerintah mengatakan jutaan orang turun ke jalan-jalan di ibukota Iran untuk membersamai prosesi. Upacara tersebut merupakan upacara duka terbesar di Iran setelah pendiri Republik Islam Iran 1989, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Ismail Haniyeh, pemimpin kelompok militan Palestina Hamas, juga melakukan kunjungan mendadak ke Teheran untuk upacara tersebut. Ia juga menyebut Soleimani dalam pidatonya sebagai ‘martir Yerusalem.’

Peti mati Soleimani dan pemimpin milisi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, yang juga terbunuh dalam serangan hari Jumat, dibalut dengan bendera dan diserahkan dari tangan ke tangan melintasi kepala para pelayat.

Orang-orang Iran menganggap Soleimani sebagai veteran perang delapan tahun Irak, seorang pahlawan nasional. Dia dipandang sebagai tokoh paling kuat kedua di Iran setelah Ayatollah Ali Khamaeni dan salah satu yang paling berpengaruh di kawasan itu.

Berbagai ungkapan duka menyelimuti suasana saat itu, tak terkecuali gambar Soleimani yang disandingkan dengan Khamaeni beserta kata-kata ‘pembalasan keras sedang menunggu’.

Slogan-slogan yang dinyanyikan dengan pengeras suara seperti: “Irak dan Iran adalah teman dan tidak ada yang bisa memisahkan mereka” dan “Insya Allah kita akan menerima berita bahwa Tel Aviv akan segera berubah menjadi debu.”

“Banyak negara berutang keberadaan Soleimani,” kata seorang pria tua ketika ayat pemakaman menggema dari pengeras suara. “Suriah, Irak, dan Yaman akan runtuh tanpanya.”

Seorang pria lain berbaris dengan plakat bertuliskan: “Bisu lidah yang berbicara tentang negosiasi dengan AS” sementara seorang gadis berusia empat tahun memimpin nyanyian “Matilah Amerika.”

Sebuah petisi beredar di jalan-jalan meminta nama dan nomor telepon berbunyi: “Saya siap untuk jihad setiap saat dan menunggu perintah para pemimpin saya.”

Donald Trump mengatakan militer AS telah menyusun daftar 52 target situs bersejarah Iran, sesuai jumlah sandera kedutaan AS yang sama yang ditahan selama 444 hari setelah revolusi Iran. Trump mengatakan target itu akan dipukul jika aset Amerika atau AS diserang sebagai pembalasan atas pembunuhan Sulemani.

Di Teheran, Putri Soleimani Zeinab Soleimani mengatakan dalam pidatonya yang berapi-api kepada pelayat: “Amerika dan Zionisme harus tahu bahwa kemartiran ayahku akan mengarah pada kebangkitan di garis depan perlawanan dan membawa hari yang gelap bagi mereka…. . ”

https://twitter.com/MaryamAleya/status/1214106002129375232

Template Ads