Permadani Diksi Ditegur KSP: Harusnya Kalian Yang Memperjuangkan

Permadani Diksi saat audiensi dengan Kepala Stap Presiden Jend. (Purn) Moeldoko.

Berita Baru, Jakarta Kepala Staf Kepresidenan Jend. (Purn) Moeldoko menerima audiensi Badan Pengurus Pusat Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidik Misi Nasional atau yang disingkat dengan “Permadani Diksi Nasional” di Bina Graha pada Rabu (28/08).

Dalam audiensi tersebut turut hadir perwakilan pengurus Permadani Diksi Nasional yang merupakan anak-anak muda di antaranya Wakid Ali Muntoha (Universitas Indonesia), Hanif Hidayatullah (UIN Jakarta), Rohimam (Politeknik Negeri Jakarta) dan Rizal Maula (UPN “Veteran” Jawa Timur).

Bidikmisi merupakan bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah, program ini menyasar lulusan sekolah menengah yang memiliki potensi akademik baik namun secara kemampuan finansial terbatas.

“Permadani Diksi Nasional” dengan anggota sebanyak 250 ribu tersebar di seluruh wilayah Indonesia hadir sebagai wadah berkumpulnya para mahasiswa dan alumni program Bidikmisi agar dapat saling memberikan masukan dan ikut berpartisipasi daam pemerintahan khususnya pada pendidikan tinggi.

Dalam audiensi tersebut Ketua Umum BPP Permadani Diksi Nasional, Rizal Maula menyinggung soal keterbukaan informasi mengenai perekrutan bidikmisi “Program bidikmisi masih belum tersosialisasi secara penuh di daerah-daerah” ucap Rizal.

Berita Terkait :  Situasi Terkini Perkembangan Covid-19 di Dunia dan Indonesia

Kastaf Moeldoko menanggapi hal itu sebagai tugas dan tantangan Permadani Diksi Nasional kedepan. Menurutnya organisasi ini lah yang harus memperjuangkan keterbukaan informasi terkait bidik misi di seluruh wilayah di Indonesia.

Hal lain yang diungkapkan, bahwa penerima bidikmisi juga harus terbuka dalam lingkungan karena mereka merupakan lulusan terpilih yang diberi kesempatan oleh Pemerintah untuk membangun negeri.

“Bidikmisi berangkat dari potensi tapi tidak dilengkapi dari sisi finansial, kalian (para penerima bidikmisi) akan menjadi sumber daya yang hebat kedepannya sehingga dapat membuat bangsa lain takut kedapa kita”

Selanjutnya Kastaf Moeldoko berpesan bahwa para penerima Bidikmisi serta alumninya harus membangun diri dan masyarakat untuk kemaslahtan umat.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan