Perkuat Kebijakan, Kemenko Bidang Perekonomian Gandeng 50 Universitas

Bidang Ekonomi
(Old Presiden Post)

Beritabaru.co, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berupaya memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan akademisi. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggelar diskusi bersama Dekan Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan/atau Manajemen dari 50 Universitas di seluruh Indonesia.

“Dalam rangkaian acara HUT ke-53 Kemenko Perekonomian ini, kami mengundang seluruh teman-teman di akademisi untuk berdiskusi mengenai kebijakan-kebijakan di bidang perekonomian”. Ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution, Jumat (9/8), di Jakarta.

Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, pertemuan ini digelar untuk membentuk ForEkon, Forum Kebijakan Ekonomi antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Akademisi.

ForEkon sendiri, lanjut Susiwijono, diharapkan menjadi wadah diskusi dan transfer knowledge tentang permasalahan ekonomi nasional maupun regional.

“Di samping itu, ForEkon dirancang sebagai tempat untuk menjaring masukan dan umpan balik dari Akademisi atas suatu kebijakan ekonomi. Kemudian dalam proses perumusan kebijakan, ForEkon diharapkan menjadi forum untuk meningkatkan sinergi dan kerjasama antara pemerintah dan Akademisi”. Terang pria asal Ponorogo tersebut.

Berita Terkait :  Wapres: Transformasi Setiap Sektor Berdampak Besar pada Perekonomian

Dalam tahap implementasi kebijakan, lanjunya, Pemerintah mengharapkan dukungan dari akademisi dalam mengomunikasikan dan mendiseminasikan kebijakan ekonomi kepada masyarakat dan dunia usaha.

“Hal yang tidak kalah penting adalah forum ini menjadi wadah untuk menjaring Ekonom Muda yang Inovatif yang memahami proses perumusan kebijakan Ekonomi”. Tutur Sesmenko Perekonomian.

Adapun beberapa topik yang dibahas kali ini meliputi arah kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam mendorong pertumbuhan yang berkualitas dan arah kebijakan logistik dalam rangka meningkatkan daya saing.

Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan reforma agraria untuk pemerataan ekonomi juga turut diangkat menjadi topik bahasan.

Ada pula ulasan tentang isu dan permasalahan strategis komoditas kelapa sawit sebagai andalan ekspor, pengembangan e-commerce untuk mendorong transformasi ekonomi, serta diplomasi perdagangan untuk mendorong ekspor. [Priyo Atmojo/Siaran Pers]

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan