Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Pengembangan Peta Jalan Industri Digital Digarap Bappenas

Pengembangan Peta Jalan Industri Digital Digarap Bappenas



Berita Baru, Jakarta – Kementerian PPN/Bappenas menyatakan akan mengembangkan Peta Jalan Industri Digital. Hal itu merupakan strategi digitalisasi untuk mendukung transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa Suharso menyampaikan, usai merampungkan kunjungan kerja Amerika Serikat dengan mengunjungi Googleplex, Netflix Headquarters, hingga School of Cinematic Arts University of Southern California untuk menghimpun strategi inovasi digital, industri film, hingga sumber daya manusia.

Pada akhir 2030, dia memperkirakan permintaan pasar ekonomi digital diproyeksikan mencapai Rp 4.800-5.400 triliun.

Dia mengatakan Indonesia akan mendorong kontribusi peran ekonomi digital melalui peningkatan dan penguatan kualitas ekosistem pendukung. Saat ini, neraca perdagangan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) masih tinggi. Sementara pemanfaatan digitalisasi semakin cepat.

Area ketersediaan internet di Indonesia sendiri mencapai lebih dari 95 persen, sementara adoption rate pengguna internet tercatat lebih dari 90 persen. Dari sisi pasokan, pada akhir 2030, industri digital diproyeksikan meningkat hingga Rp 1.700 triliun.

“Penurunan defisit neraca perdagangan di sektor TIK hingga US$ 9 miliar dan nilai TKDN sektor TIK lebih dari 40 persen,” ujar Suharso melalui rilisnya Ahad (26/6) kemarin.

Untuk itu penguatan tiga pilar ekonomi digital, yakni produsen, pengguna, dan ekosistem, kata dia, perlu dipercepat dengan dukungan regulasi dan kebijakan, infrastruktur TIK, ketersediaan talenta, investasi dan pembiayaan, hingga riset dan teknologi.

Berpenduduk 273,5 juta jiwa dengan pengguna internet hingga 53,7 persen serta pengguna over-the-top lebih dari 50 juta, menurutnya, Indonesia akan meningkatkan dukungan untuk ekosistem film lokal.

“Pemerintah juga melihat peluang kerja sama pengembangan talenta perfilman Indonesia. Targetnya, dalam jangka pendek, antara lain pengembangan akademi film di beberapa kota untuk menjadi sentra produksi hingga beasiswa pascasarjana jurusan film untuk calon-calon sutradara, penulis, produser,” tambahnya.

Kerja sama perguruan tinggi nasional dan perguruan tinggi asing untuk membuka program perfilman, peningkatan peran swasta untuk menjadi sponsor perfilman, hingga pembahasan segi hukum khususnya Intellectual Property Lawyer serta manajemen keuangan juga menjadi perhatian khusus.

Dalam jangka panjang, Indonesia membidik kerja sama pengembangan kurikulum penulisan kreatif drama, teater dan film, pengembangan sekolah tinggi kejuruan seni serta perguruan tinggi seperti Korean Academy of Film Arts (KAFA) Korea Selatan, kerja sama pengembangan pengajar, hingga penyusunan strategi besar untuk menjaga pertumbuhan industri film nasional.(AF)